"Aktivitas Gunung Slamet memang naik, ini dari indikator tremor dan gempa vulkanik," ujar humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Minggu (23/3/2014), dini hari.
Sutopo menambahkan, saat ini tidak diperbolehkan adanya kegiatan warga dalam radius 2 kilometer. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan 5 BPBD di 5 kabupaten yang berada di sekitaran Gunung Slamet.
"Jika meletus diperkirakan tidak berbahaya karena dapur magmanya dangkal sehinggal tidak eksplosif. Jika meletus hanya hujan abu dan lelehan lava pijar saja," ujarnya.
Dia mengatakan BNPB juga akan terus melakukan pemantauan perkembangan gunung itu.
"Kita telah menyiapkan antisipasinya," pungkasnya.
(rvk/sip)











































