"Dalam suasana maraknya pembajakan, mana mungkin seniman dapat hidup dan terus berkreasi serta bernyanyi," kata Sam menuturkan kisahnya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara minum teh senja hari di Kediaman Resmi Dubes RI untuk Jepang di Tokyo, Kamis (20/3/2014), sebagaimana rilis yang dikirim KBRI Tokyo.
"Terutama, jika saat pulang ke rumah, istri para seniman mengeluh tentang tidak menyalanya periuk nasi akibat hak dan rezeki para seniman yang dirampas melalui pembajakan," lanjut penyanyi 'Balada Seorang Biduan' yang kini berusia 72 tahun ini.
Menanggapi keluhan Sam, Dubes Yusron menyatakan keprihatinannya. Sam berada di Tokyo bersama tim yang dipimpin Dirjen HAKI, Ahmad M. Romli, guna mengurusi masalah HAKI.
"Termasuk di dalamnya, adalah rencana membentuk Forum HAKI Indonesia-Jepang yang nantinya akan berkembang menjadi forum yang lebih luas guna melindungi Hak Kekayaan Intelektual di Kawasan Asia Pasifik," kata Yusron.
(ahy/rvk)











































