Kampanye digelar di lapangan FPOK di Jalan Menoreh Semarang. Sedangkan penitipan anak dibuka di gedung kompleks Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan IKIP Semarang yang berada di dekat lapangan.
Tidak hanya itu di sejumlah lokasi di sekitar area kampanye dan di depan panggung dipasang spanduk bertuliskan "Anak-anak dilarang memasuki arena kampanye".
Zuber Safawi yang datang sebagai juru kampanye mengatakan penitipan anak tersebut untuk menyiasati kader yang tidak bisa meninggalkan anaknya di rumah namun tetap mematuhi peraturan KPU No 15 tahun 2013 itu.
"Kita tidak bisa tinggalkan anak-anak di rumah sendirian padahal ayah dan ibunya di sini," kata Zuber di Jalan Menoreh Semarang, Sabtu (22/3/2014).
"Kita sudah konsultasikan dengan panwaslu," imbuh Anggota Komisi IX DPR RI itu.
Meski sudah diberi larangan dan disiapkan penitipan anak, tetap saja ada sejumlah anak yang masuk ke lapangan dan berada di antara kader yang menghadiri kampanye.
Menanggapi hal itu Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono mengakui pihaknya sudah berusaha maksimal agar anak-anak tidak masuk ke area kampanye walaupun kenyataannya masih banyak anak-anak di sana.
"Kita sudah ada larangan, petugas ada, spanduk dari ujung sampai ujung ada, kita minta pada petugas khusus agar kader tidak boleh bawa anak-anak ke are kampanye. Kita berusaha cari jalan keluar, hampir semua partai tidak bisa menyiasati itu," tutur Agung.
Kampanye terbuka PKS itu dihadiri oleh ribuan kader dengan berbagai atribut partai. Kampanye tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Awan X-Factor.
(alg/trq)











































