Polda Metro Tak Petieskan Kasus Penganiayaan Anak di Pondok Daud
Kamis, 09 Des 2004 18:04 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan kasus penganiayaan anak Ezra Judah yang diduga dilakukan oleh pimpinan kelompok doa Pondok Daud, Susan Sembayak. Polisi tidak akan memetieskan kasus ini.Penegasan ini disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Mathius Salempang kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (9/12/2004)."Polisi saat ini sedang mencari dokter yang pertama kali memeriksa Ezra untuk mendapatkan hasil visum. Anak itu akan disiram air panas. Ini yang perlu diperiksa. Lukanya kan sekarang sudah sembuh, jadi kita harus mencari dokter dan rumah sakit yang pertama kali memberi pengobatan kepada Ezra," katanya.Dijelaskan saat ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Kesaksian mereka akan dicek silang laporan dokter apakah betul Ezara disiram dengan air panas. "Polisi serius menangani kasus ini. Kita tidak akan mempetieskan kasus ini. Jangan khawatir. Untuk membuktikan apakah luka itu benar disiram air panas atau tidak, itu kan makan waktu," tegasnya.Saksi yang sudah diperiksa adalah Anjar Pamungkas, anggota Jemaat Pondok Daud, yang diperintahkan oleh Susan Sembayak untuk merendam kaki Ezra di dalam baskom berisi air panas sehingga kakinya melepus. Tindakan ini dilakukan karena Ezra, yang saat itu berumur satu tahun, terus menerus menangis. Ezra kemudian dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus untuk diobati.Anjar, yang juga menjadi saksi pelapor dala kasus ini, sudah dijadikan tersangka. Sebab ia adalah orang yang memegangi Ezra ketika kakinya direndam di air panas.Dugaan kasus penganiayaan ini dilaporkan sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat pada11 Mei lalu. Penganiyaan itu disebutkan disakskan kedua orangtua kandung Ezra yang juga anggota jemaat Pondok Daud.Kedua orangtua korban, menurut laporan yang diterima para aktivis dari sejumlah mantan anggota jemaat, tidak berani memprotes tindakan yang dilakukan pemimpin komunitas tersebut. Ezra dan kedua orangtuanya beserta sejumlah anggota jemaat tersebut tinggal bersama pimpinan Jemaat Pondok Daud di kawasan Meruya, Jakarta Barat.Dalam perkembangannya kedua orang tua Ezra Judah, Kristanto Nugroho dan Jovinca, membantah adanya praktik penganiayaan di Jemaat Pondok Daud. Kristanto Nugroho yang juga salah satu pemimpin jemaat Pondok Daud mengatakan, anaknya dalam keadaan sehat-sehat saja.
(gtp/)