Waspada, Tak Ada Daerah Aman dari Terorisme Saat Pemilu

Waspada, Tak Ada Daerah Aman dari Terorisme Saat Pemilu

- detikNews
Sabtu, 22 Mar 2014 13:08 WIB
Waspada, Tak Ada Daerah Aman dari Terorisme Saat Pemilu
Aparat Densus 88. (Foto Detik: Budi Sugiharto)
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPB) Ansyaad Mbai menyatakan potensi terorisme saat Pemilu 2014 perlu diwaspadai. Ansyaad bahkan menyebut tak ada daerah yang aman dari terorisme.

"Semua daerah berpotensi (terjadi aksi terorisme), tidak ada daerah yang aman," ucap Ansyaad di sela acara kursus singkat 'Menekan Kaderisasi Pelaku Terorisme di Indonesia' di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3/2014).

Ansyad menegaskan, Pemilu merupakan musuh kaum berideologi teror. "Setan paling besar bagi mereka adalah demokrasi. Kalau bisa pemilu itu gagal. Di beberapa tempat sudah ada demo yang tidak setuju demokrasi," kata Ansyad yang pada acara ini hadir bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Lebih lanjut, Ansyad menunjukkan indikasi adanya aksi teror terhadap pelaksanaan Pemilu. Terdapat sejumlah contoh kasus yang mengarah ke teror pesta demokrasi.

"Beberapa hari lalu ada bom dari Surabaya mau dikirim ke Makassar. Itu apa itu? Ada yang ditangkap beberapa orang," ungkap Ansyaad.

Dia menambahkan, pada akhir 2012, Gubernur Sulsel hendak dilempari bom dan mau dibunuh pada Pilkada. "Ini (teror untuk Pemilu) sudah mulai. Di Bengkulu ada yang ditangkap. Ada juga yang ditangkap di Soekarno-Hatta. Mereka semua satu grup dengan di Surabaya dan Makassar," ujar Ansyad mengungkapkan.

Menurut Ansyad, saat ini memang bertebaran kelompok-kelompok teror. Namun hanya ada tiga arus utama kelompok ini, yaitu Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansyarut Tauhid, dan NII. Maka masyarakat harus hati-hati di tahun politik ini.

"Masyarakat semua harus waspada. Jangan terpengaruh ide radikal. Mari Kita dukung dan bekerja sama dengan aparat," kata Ansyad mengingatkan.

(dnu/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads