Kampanye, Caleg PDIP Yogya Gelar Pijat dan Minum Jamu Gratis

Kampanye Unik

Kampanye, Caleg PDIP Yogya Gelar Pijat dan Minum Jamu Gratis

- detikNews
Sabtu, 22 Mar 2014 11:34 WIB
Kampanye, Caleg PDIP Yogya Gelar Pijat dan Minum Jamu Gratis
Foto: Bagus Kurniawan
Yogyakarta - Berbagai cara dilakukan untuk menjaring para pemilih dalam pemilu legislatif 2014 ini. Tidak hanya dengan kampanye konvensional seperti menghadiri rapat umum di tempat terbuka.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Eko Suwanto, caleg PDI Perjuangan Dapil Kota Yogyakarta untuk pemilihan DPRD DIY cukup unik. Dia menggelar acara pijat dan minum jamu sehat gratis untuk warga sekitar.

Acara itu dilakukan di Kampung Gendeng, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Sabtu (22/3/2014) mulai pukul 10.30 WIB. Posko tersebut juga merupakan rumah salah satu caleg PDIP Perjuangan Dapil VI Kota Yogyakarta, Tri Miarti.

Sebanyak 15 orang terapis anggota Asosiasi Para Pemijat, Pengobatan Tradisional Indonesia Yogyakarta pimpinan Sudarto, ditambah 5 orang ahli pembuat jamu tradisional siap melayani simpatisan.

Sebelum dipijat, warga terlebih dulu mendaftar di tempat pendaftaran. Di buku yang disediakan panitia, pendaftar diminta menuliskan keluhan yang dirasakan, misal capek, masuk angin, pegal-pegal dan lain-lain.

Panitia kemudian mengarahkan ke tempat pemijat yang sudah siap. Mereka juga diberi brosur para caleg dan buku bacaan gratis. Dengan duduk lesehan warga dipijat oleh para pemijat selama lebih kurang 30 menit. Setelah pijat, bisa langsung meminta jamu sehat yang telah disediakan.

Eko Suwanto di sela-sela kegiatan mengungkapkan kegiatan ini akan dilakukan berpindah-pindah selama massa kampanye berlangsung, terutama di Dapil Kota Yogyakarta. Setelah di kampung Gendeng, akan dilanjutkan ke Kampung Gunungketur Pakualaman, Surokarsan Mergangsan dan lain-lain.

"Sosialisasi dan kampanye tidak hanya dengan hadir rapat tapi juga bisa bentuk lain seperti ini," kata Eko.

Pihaknya juga menggandeng asosiasi pemijat dan pengobatan tradisional di Yogyakarta sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat. Jumlah anggota asosiasi ini lebih dari 100 orang dan membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar pemijatan maupun obat-obatan tradisional.

"Kita sengaja membuat acara seperti ini, 'Jogja Sehat, Ngunjuk Jamu lan Pijet (minum jamu terus pijat-red)', yang lebih mengena dan berguna pada masyarakat," katanya.

(bgs/trq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads