Terapi Penderita Psikosis di Panti Jakbar: Rohani hingga Buat Prakarya

Terapi Penderita Psikosis di Panti Jakbar: Rohani hingga Buat Prakarya

- detikNews
Sabtu, 22 Mar 2014 04:07 WIB
Terapi Penderita Psikosis di Panti Jakbar: Rohani hingga Buat Prakarya
Jakarta - Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 4 menampung orang-orang penderita psikosis atau gangguan jiwa. Para penderita psikosis itu diterapi dengan aktivitas rohani hingga membuat prakarya.

"Di sini kita menekankan pada empat aspek fisik, mental, keterampilan dan sosial," kata Kasubbag Tata Usaha Panti Sosial Bina Laras harapan Sentosa 4, Saibun ketika berbincang dengan detikcom, di kantornya, Jl Karya No 19 Jakarta Barat, Jumat (21/3/2014).

Dia menambahkan bahwa pembinaan rohani itu penting sekali bagi penderita psikosis itu. Untuk penderita yang bergama Kristen diadakan acara rohani dari gereja setiap hari Selasa dan Kamis, untuk yang beragama Islam juga diadakan pengajian rutin yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

"Setiap hari Jumat para pasien yang sudah dianggap aman dan tidak akan mengganggu masyarakat diizinkan salat Jumat di masjid sekitar panti dengan kawalan petugas dan dalam 3 minggu sekali akan diajak salat Jumat di tempat yang jauh seperti Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur," imbuhnya.

Penghuni panti ini sendiri memiliki jadwal yang cukup padat setiap harinya mulai dari olahraga, pelayanan kesehatan, sampai dengan kegiatan padat karya seperti pembuatan keset dan sapu. Terlihat juga tadi seorang pengepul mengambil keset hasil karya para penghuni panti.

"Kita memperlakukan mereka sebagai manusia," tutur Saibun.

Tidak Diterima Keluarga

Para penderita psikosis di panti ini banyak yang enggan kembali ke rumah dan lebih betah tinggal di panti, kendati mereka sudah sembuh. Halangannya, mereka tidak diterima kembali di keluarganya.

"Banyak juga yang dibilang sehat masih nggak mau pulang. Mending di sini. Karena kan tidak semuanya diterima keluarga dan lingkungannya, karena masih dianggap gila," demikian kisah petugas keamanan Panti Sosial Bina Laras Harapan Jaya 4, Zulkarnaen.

Zulkarnaen yang sudah bekerja selama setahun di panti tersebut menuturkan bahwa sebenarnya pasien di panti ini kebanyakan tenang dan jarang mengamuk, walaupun kadang-kadang ada yang lari juga kalau gerbangnya tidak dikunci.

"Namun biasanya mereka kembali lagi," imbuhnya.

Di Panti Bina Laras tersebut memang terlihat tenang, hanya terlihat beberapa penghuni yang berseragam biru untuk laki-laki dan merah untuk perempuan. Seorang penghuni juga nampak ada yang keluar dan masuk dengan membawa kopi, Zulkarnaen mengatakan bahwa penghuni tersebut sudah aman.

(rmd/nwk)


Berita Terkait