"Pak Anis ibunya sakit keras, maka dia harus mengurusi orang tuanya. Saya sebagai tim advokasi ditugaskan tim DPP untuk mengklarifikasi terkait kehadiran anak-anak dalam kampanye terbuka di GBK," kata Jazuli Juwaini di kantor Bawaslu, Jumat (21/3/2014).
Menurut Jazuli, kehadiran anak-anak di Gelora Bung Karno pada kampanye PKS hari pertama tidak dalam rangka memobilisasi anak-anak.
"PKS telah mengantisipasi, kader PKS banyak yang pasangan muda, mereka tidak punya pembantu. Kami menyiapkan tempat penitipan dan bermain, 6 tenda besar," ujarnya.
"Tapi karena ratusan ribu jumlahnya, mungkin ada yang nyelonong terbawa orang tuanya," imbuhnya.
Jazuli mengaku diklarifikasi sebanyak 23 pertanyaan oleh Bawaslu. Pihaknya menyerahkan kepada Bawaslu hasil mediasi siang tadi.
"Mohon maaf atas kehadiran anak-anak tanpa perintah. Persoalan anak ini jadi bulan-bulanan tanpa solusi, regulasi kita lihat, usia SMP ke bawah, SMP ke atas boleh mengikuti pendikan politik," ucap anggota Komisi II DPR itu.
(iqb/trq)










































