"Ada 8 kasus yang berhasil kita ungkap dari 25 Februari hingga 17 Maret. Dari 8 kasus tersebut sebanyak 5 kilogram sabu dan 20 tablet happy five berhasil diamankan," ujar Kepala kantor bea dan cukai Soekarno Hatta Okto Irianto di gedung Bea Cukai, Jumat (21/3/2014).
Okto mengatakan, dari 8 kasus yang berhasil diungkap ada 12 pelaku yang berhasil diamankan. Dua belas orang tersebut terdiri dari WNI dan WNA.
"4 orang WNA, dua berasal dari Thailand dan dua lagi dari Nigeria. Sedangkan 8 orang lainnya ialah WNI yang baru pulang dari luar negeri," ujar Okto.
Untuk modusnya, dari delapan kasus yang berhasil diungkap, bermacam-macam. Dari yang menyelundupkan lewat koper sampai memasukkannya ke dalam celana dalam.
"Ada yang disembunyikan di dinding tas ransel, di celana dalam, di dalam tabung plastik yang bertuliskan card reader, di dalam majalah dan kotak perhiasan," tutup Okto.
Humas BNN Sumirat Diyanto menambahkan bahwa banyaknya penyelundupan dari Malaysia dan China terjadi karena banyaknya warga Indonesia di sana mau disuruh menjadi pengirim paket mencurigakan. Dia juga menghimbau agar para WNI disana lebih waspada.
"Kembali jaringan Malaysia dan China bermain di negara kita. Untuk itu bagi sahabat-sahabat kita di Malaysia dan Hongkong perlu waspada ajakan-ajakan dan bujuk rayu sindikat pengiriman barang," tambah Sumirat.
Ada insiden kecil saat seluruh pelaku ingin dikeluarkan dari ruang rilis. Ada salah satu pelaku wanita pingsan dan harus digotong oleh petugas. Dan seluruh pelaku terancam hukuman mati sesuai dengan Pasal 35 Tahun 2009 UU tentang narkotika.
(spt/fjr)











































