Pengirim Bom ke Makassar Pakai Jasa JNE Terlibat Pembunuhan 2 Polisi di Poso

Pengirim Bom ke Makassar Pakai Jasa JNE Terlibat Pembunuhan 2 Polisi di Poso

- detikNews
Jumat, 21 Mar 2014 16:19 WIB
Jakarta - Polisi menangkap dua teroris yang terlibat pengiriman bom dengan menggunakan jasa kargo JNE. Dari hasil penyelidikan, mereka juga terlibat dalam pembunuhan dua polisi di Poso.

"Dia dulu salah satu yang kita tangkap itu yang membunuh polisi di Poso dulu, yang menyerang polisi dua orang mati di Poso, kemudian juga melakukan serangkaian bom beberapa kejadian di Poso, dan dia merakit bom belajar bom kemudian pelatihan militer di kawasan Tamanjeka di Poso," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).

Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, Densus 88/Antiteror menangkap Bambang Aribowo alias Hari Rahayu alias Galih alias Goli alias Andi alias Mbah Marijan di Bandara Soekarno-Hatta, usai terbang dari Makassar, Kamis (13/3) lalu.

Di tempat terpisah, penyidik menyita dua unit bom pipa dan bom kontainer di JNE Sengkang Wajo, Sulawesi Selatan. Bom tersebut dikirim oleh tersangka melalui JNE Desa Panggung Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jatim dengan tujuan JNE Sengkang Wajo Sulsel.

Bom rencananya akan diledakkan di beberapa titik di Makassar. Salah satunya di warung remang-remang di Banrabba Belopa, Kabupaten Luwu.

Pengembangan penyelidikan aparat, pada Rabu (19/3), kembali ditangkap pelaku teror yang masuk daftar buron kepolisian di Bengkulu, dengan tersangka Ambo Intang. "Keterlibatan tersangka adalah anggota Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso dan Sabar Subagyo serta terlibat pembunuhan dua anggota Intel Polres Poso (Bripka Andi sapa dan Aipda Sudirman) di Tamanjeka
c. Ikut pelatihan militer di Tamanjeka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie.

(ahy/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads