Partai Gerindra yang lebih dulu melirik Abraham Samad menjadi cawapres pendamping Prabowo. Waketum Gerindra Fadli Zon menegaskan lirikan itu tak sekadar wacana.
"Bagi kami, itu sesuatu yang serius," ucap Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon saat dihubungi detikcom, Kamis (20/3/2014).
Sampai hari ini, Gerindra memang belum bertemu Samad. Fadli mengaku segan karena Samad masih sebagai ketua KPK. Untuk itu, waktu yang tepat untuk pertemuan akan segera dicari. "Dalam waktu dekat, saya ingin sowan (berkunjung)," imbuh Fadli.
Samad menanggapi tawaran Gerindra dengan bahasa bersayap 'istikharah, menunggu takdir'. Samad bahkan bicara soal kemungkinan minta restu pimpinan KPK lainnya. Gerindra menilai duet Prabowo-Samad adalah senjata jitu pemberantas korupsi di Indonesia.
Belum juga isu ketua KPK jadi cawapres Prabowo memudar, giliran PDIP yang mencolek Abraham Samad. Nama Samad dimasukkan dalam bursa cawapres pendamping capres Jokowi.
"Kita melihat Pak Abraham Samad, JK, Ryamizard Ryacudu, Mahfud MD, Hatta Rajasa, Khofifah, Pak Moeldoko, saya senang mendengar nama-nama potensial itu," tutur Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Lalu akankah Abraham Samad menjemput takdir politiknya, Prabowo atau Jokowi yang dipilih?
(van/nrl)











































