Dalam orasi politiknya, Cawapres Partai Hanura Harry Tanoesoedibjo (HT) mengaku merasa terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dengan tujuan Indonesia nantinya akan ada perubahan lebih maju ke depan.
"Untuk itu saya memilih bergabung dengan Partai Hanura dan dicalonkan sebagai cawapres karena menginginkan Indonesia berubah. Partai Hanura yang bisa memberikan itu," tegas HT, Jumat (21/3/2014) sore.
HT menjelaskan, Indonesia saat ini tidak masuk dalam 3 kategori negara maju dengan pendapatan Rp 12 juta per bulan, berkembang dengan Rp 4 juta atau miskin yang hanya Rp 1 juta per bulan.
Indonesia, katanya, berada di bawah rata-rata negara berkembang dengan gaji hanya Rp 3,4 juta per bulan, dan sangat jauh dibandingkan dengan Cina, Amerika dan negara lainnya. Hal inilah menyebabkan ada kesenjangan sosial di mana orang kaya semakin kaya dan miskin makin miskin.
"Makanya dengan memenangkan pemilu 2014, Indonesia punya otoritas agar bisa menjadi negara maju 10 tahun ke depan, dan minimal kita harus bergaji Rp 12 juta per bulan," tandas politisi berlatar belakang pengusaha ini.
"Kalau kita tepat memilih pemimpin, maka akan mempercepat menuju Indonesia maju.
Dan kita harus percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," lanjut Harry Tanoe.
Kesempatan itu, Harry Tanoe didaulat untuk memperagakan bagaimana cara mencoblos partai bernomor 10 ini di bilik tempat pemungutan suara (TPS). Sementara, dari pantauan detikcom di lapangan, kampanye terbuka nasional Partai Hanura ini masih banyak terjadi pelanggaran seperti membawa anak kecil.
(try/try)











































