3 Manuver Cantik Jokowi Dekati Tokoh Islam

3 Manuver Cantik Jokowi Dekati Tokoh Islam

- detikNews
Jumat, 21 Mar 2014 14:54 WIB
3 Manuver Cantik Jokowi Dekati Tokoh Islam
Jakarta - Setelah ditetapkan menjadi capres PDIP, Gubernur DKI Jokowi mulai bermanuver politik. Jokowi mulai bertemu dengan sejumlah tokoh ormas Islam. Mulai memperkuat basis, Pak Jokowi?

Sejumlah tokoh Islam dengan basis massa yang cukup kuat mulai merapat ke Jokowi. Beberapa lainnya sengaja didekati Jokowi. Doa dan harapan pun berdatangan dari tokoh-tokoh tersebut.

Berikut 3 tokoh Islam yang mulai merapat dan didekati Jokowi:



Undangan Ketum Muslimat NU Khofifah

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menemui Gubernur DKI yang juga capres PDIP Jokowi. Ada dukungan yang diisyaratkan oleh Khofifah kepada Jokowi.

"Kita bicara banyak hal, ada terkait dengan we need strong commitment from the strong power leader," kata Khofifah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Tentu kedatangan dan pernyataan Khofifah itu memunculkan spekulasi politik dukungan ke pencapresan Jokowi. Khofifah yang ditanya kejelasan sikap politiknya hanya tertawa.

Khofifah mengelak menjawab pertanyaan soal pencapresan Jokowi. Namun dia mengungkap bahwa Jokowi diundang menjadi host pada acara Taaruf Nasional Muslimat NU.

"Karena acaranya di DKI host-nya penguasa DKI, gubernur," ujar mantan peserta Pilgub Jatim ini.

Undangan Ketum Muslimat NU Khofifah

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menemui Gubernur DKI yang juga capres PDIP Jokowi. Ada dukungan yang diisyaratkan oleh Khofifah kepada Jokowi.

"Kita bicara banyak hal, ada terkait dengan we need strong commitment from the strong power leader," kata Khofifah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Tentu kedatangan dan pernyataan Khofifah itu memunculkan spekulasi politik dukungan ke pencapresan Jokowi. Khofifah yang ditanya kejelasan sikap politiknya hanya tertawa.

Khofifah mengelak menjawab pertanyaan soal pencapresan Jokowi. Namun dia mengungkap bahwa Jokowi diundang menjadi host pada acara Taaruf Nasional Muslimat NU.

"Karena acaranya di DKI host-nya penguasa DKI, gubernur," ujar mantan peserta Pilgub Jatim ini.

Sowan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

Jokowi juga menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung Pusat DakwahΒ  Muhammadiyah, Kamis (20/3). Jokowi juga melaksanakan salat zuhur di masjid milik ormas Islam kedua terbesar di Indonesia tersebut.

Jokowi tiba di kantor Pusat Dakwah Muhamdiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, pukul 12.15 WIB, Kamis (20/3/2014). Jokowi langsung disambut Din dan menuju lantai dua gedung tersebut.

Jokowi yang tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat tersebut langsung masuk ke ruang kerja Din. Tak lama, Jokowi dan Din kemudian turun ke bawah untuk melanjutkan salat zuhur berjamaah di Masjid At Taqwa yang ada di belakang gedung.

Setibanya di masjid, Jokowi kemudian diminta langsung oleh Din untuk menjadi imam salat zuhur tersebut. Din mendorong Jokowi untuk maju menjadi imam.

Jokowi pun bersedia, sedangkan Din Syamsuddin, jajaran pengurus PP Muhammadiyah dan tamu lain menjadi makmum. Ada sekitar 5 baris jamaah salat tersebut, sekitar 100 orang. Usai salat, Jokowi disalami banyak orang.

Setelah salat, Jokowi kemudian melakukan pertemuan sambil makan siang. Ikut dalam pertemuan itu Faozan Amar, aktivis Muhammadiyah yang menjadi caleg DPR RI dari PDIP.

Pertemuan Jokowi dengan Din ternyata juga membahas platform antara organisasi yang dipimpinnya dengan Jokowi.

"Tadi melakukan pertemuan dan ternyata kita semua memiliki platform nilai yang sama, NKRI, Pancasila dan UUD 45," kata Din.

Sowan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

Jokowi juga menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung Pusat DakwahΒ  Muhammadiyah, Kamis (20/3). Jokowi juga melaksanakan salat zuhur di masjid milik ormas Islam kedua terbesar di Indonesia tersebut.

Jokowi tiba di kantor Pusat Dakwah Muhamdiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, pukul 12.15 WIB, Kamis (20/3/2014). Jokowi langsung disambut Din dan menuju lantai dua gedung tersebut.

Jokowi yang tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat tersebut langsung masuk ke ruang kerja Din. Tak lama, Jokowi dan Din kemudian turun ke bawah untuk melanjutkan salat zuhur berjamaah di Masjid At Taqwa yang ada di belakang gedung.

Setibanya di masjid, Jokowi kemudian diminta langsung oleh Din untuk menjadi imam salat zuhur tersebut. Din mendorong Jokowi untuk maju menjadi imam.

Jokowi pun bersedia, sedangkan Din Syamsuddin, jajaran pengurus PP Muhammadiyah dan tamu lain menjadi makmum. Ada sekitar 5 baris jamaah salat tersebut, sekitar 100 orang. Usai salat, Jokowi disalami banyak orang.

Setelah salat, Jokowi kemudian melakukan pertemuan sambil makan siang. Ikut dalam pertemuan itu Faozan Amar, aktivis Muhammadiyah yang menjadi caleg DPR RI dari PDIP.

Pertemuan Jokowi dengan Din ternyata juga membahas platform antara organisasi yang dipimpinnya dengan Jokowi.

"Tadi melakukan pertemuan dan ternyata kita semua memiliki platform nilai yang sama, NKRI, Pancasila dan UUD 45," kata Din.

Sowan Gus Mus

KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus memberikan sejumlah nasihat kepada Jokowi saat ditemui di kediamannya di Rembang, Jawa Tengah. Gus Mus mengatakan capres yang sudah maju harus memperlihatkan kelebihannya, jangan menumpang ketenaran orang lain.

"Caleg atau capres yang nyalon harus berani menunjukkan kelebihannya. Jangan nunut beken, menyalahkan lawan. Kalau betul-betul nyalon ya siap, Bismillah," kata Gus Mus di rumahnya, Jalan KH Bisri Mustofa, Rembang, Kamis (20/3/2014) malam.

Mendengar nasihat pengasuh Ponpes Radlatut Tholibin, Tleleh, Rembang, tersebut, Jokowi yang berada di sebelahnya mengangguk. Gus Mus juga menegaskan agar capres juga harus menunjukkan apa yang akan dilakukan kepada masyarakat.

"Tunjukkan apa yang mau dilakukan," tegas budayawan ini.

Jokowi dan Gus Mus melakukan pertemuan tertutup di kediaman Gus Mus hampir selama dua jam. Keduanya membantah pertemuan tersebut berkaitan dengan Jokowi yang meminta restu maju menjadi capres dari PDIP.

"Beliau tidak minta dukungan. Tadi bicara banyak tentang Indonesia, persoalan Indonesia, mana yang perlu diperbaiki, diperhatikan, pokoknya soal Indonesia," tandas Gus Mus.

Jokowi datang ke Rembang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dan sejumlah relawan Jokowi. Rombongan tiba di rumah Gus Mus sekitar pukul 19.30 kemudian melakukan pertemuan tertutup di ruang tamu.

Sowan Gus Mus

KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus memberikan sejumlah nasihat kepada Jokowi saat ditemui di kediamannya di Rembang, Jawa Tengah. Gus Mus mengatakan capres yang sudah maju harus memperlihatkan kelebihannya, jangan menumpang ketenaran orang lain.

"Caleg atau capres yang nyalon harus berani menunjukkan kelebihannya. Jangan nunut beken, menyalahkan lawan. Kalau betul-betul nyalon ya siap, Bismillah," kata Gus Mus di rumahnya, Jalan KH Bisri Mustofa, Rembang, Kamis (20/3/2014) malam.

Mendengar nasihat pengasuh Ponpes Radlatut Tholibin, Tleleh, Rembang, tersebut, Jokowi yang berada di sebelahnya mengangguk. Gus Mus juga menegaskan agar capres juga harus menunjukkan apa yang akan dilakukan kepada masyarakat.

"Tunjukkan apa yang mau dilakukan," tegas budayawan ini.

Jokowi dan Gus Mus melakukan pertemuan tertutup di kediaman Gus Mus hampir selama dua jam. Keduanya membantah pertemuan tersebut berkaitan dengan Jokowi yang meminta restu maju menjadi capres dari PDIP.

"Beliau tidak minta dukungan. Tadi bicara banyak tentang Indonesia, persoalan Indonesia, mana yang perlu diperbaiki, diperhatikan, pokoknya soal Indonesia," tandas Gus Mus.

Jokowi datang ke Rembang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dan sejumlah relawan Jokowi. Rombongan tiba di rumah Gus Mus sekitar pukul 19.30 kemudian melakukan pertemuan tertutup di ruang tamu.
Halaman 2 dari 8
(van/nrl)


Berita Terkait