"Asas manfaat jangka pendek dan manfaat jangka panjang," kata Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Jumat (21/3/2014).
Asas manfaat jangka pendek yang dimaksud adalah calon yang dipasangkan dengan Jokowi mampu mendongkrak perolehan suara dalam Pilpres. "Agar kita bisa menang satu putaran," sebutnya.
Sedangkan kepentingan jangka panjangnya, bakal cawapres itu harus memiliki dukungan politik yang kuat. Alasannya pemerintahan selanjutnya membutuhkan dukungan dari parlemen di Senayan.
"Demi strong goverment. Kasihan bila Jokowi tidak mendapat dukungan ketika nanti dipercaya masyarakat untuk menjadi pimpinan pemerintahan," sambungnya.
Soal latar belakang cawapres, partai nomor urut 4 di Pemilu ini tidak mendikotomikannya. "Militer atau sipil, stigma seperti itu tidak relevan lagi," sebutnya.
Eva menyebut hingga saat ini partainya belum menggodok bakal cawapres. Fokus struktur partai masih memprioritaskan kemenangan di Pileg. "Kita harus menang di atas target suara yang ditetapkan. Hasil pileg akan jadi investasi penentu di Pilpres," ujar dia.
(fdn/van)











































