1 Bayi Kembar 3 di Semarang Meninggal karena Diare
Kamis, 09 Des 2004 16:22 WIB
Semarang -
Penyakit diare menelan korban di Semarang. Rabu kemarin, satu bayi kembar tiga putra pasangan Joko Sutoyo dan Yuliati meninggal sesaat setelah dibawa ke RS Panti Wilasa Semarang, Jl. DR Cipto. Dua bayi lainnya juga dirawat di RS dan dalam kondisi kritis.Ketiga bayi kembar yang terserang diare secara bersamaan itu adalah Mutakin, Fahrudin, dan Abidin. Mereka baru berusia 2,5 bulan. Satu bayi kembar tiga yang mati adalah Mutakin. Ia langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.Mengetahui seorang bayinya mati, Joko dan Yuliati langsung shock. Mereka harus pontang-panting pulang ke rumah memakamkan Mutakin. Di lain pihak, mereka juga harus menjaga kedua bayi lainnya, Fahrudin, dan Abidin, yang tergolek lemas di RS.Menurut penuturan nenek Mutakin, Waginah, bayi kembar tiga itu belum lama sakit diare. "Baru satu dua hari. Tapi saya tidak tahu, kok salah satunya mati padahal dua lainnya bisa diselamatkan," katanya ketika menunggui cucunya di Ruang Perinatologi RS Panti Wilasa Semarang, Kamis (9/12/2004).Waginah tidak mengetahui dengan pasti penyebab diare itu. Ia hanya menduga kalau susu kemasan yang biasa diberikan, tidak dicerna dengan baik oleh si bayi. Akibatnya, bayi kembar tiga itu terserang diare secara bersamaan."Kebetulan ibunya tidak memberi ASI. Bayi-bayi itu minum susu bubuk dalam kemasan," imbuhnya.Di rumah sakit, baik Yuliati maupun Joko tampak mondar-mandir. Pasangan asal Pedurungan Semarang itu berusaha mencari dokter untuk meminta keterangan soal perawatan kedua bayi yang masih selamat itu. Keduanya berinisiatif menempatkan kedua bayinya di ruang lain, tapi hal itu masih harus dikonsultasikan dengan dokter RS.Saat ini, dua bayi yang masih selamat, Fahrudin, dan Abidin masih dirawat secara intensif di Ruang Perinatologi RS Panti Wilasa. Kedua bayi yang diinfus itu ditempatkan dalam inkubator. Mereka ditunggui beberapa perawat dan pihak keluarga.Mutakin adalah korban mati pertama karena diare di bulan Desember ini. Pada bulan sebelumnya tercatat satu orang juga mati karena diare di RS tersebut. Berdasar catatan pihak Rekap Medis RS Panti Wilasa, hingga saat ini pasien diare yang menjalani rawat inap ada 2 orang."Pada bulan Nopember jumlah total pasien diare di RS kami mencapai 107 orang. Itu belum ditambah dengan mereka yang menjalani rawat jalan. Mungkin, bulan depan diare akan mencapai puncaknya," papar Kepala Bidang Rekap Medis Sigit S Aji.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































