Banyak Koruptor di Daerah, Wapres Minta Jagung Awasi Kejati
Kamis, 09 Des 2004 16:17 WIB
Jakarta - Karena kasus korupsi kelas kakap lebih banyak terjadi di daerah, Wapres Jusuf Kalla pun meminta Jaksa Agung (Jagung) Abdul Rahman Saleh untuk mengawasi Kejaksaan Tinggi (Kejati)."Jaksa Agung harus lebih efektifkan pengawasannya ke Kejaksaan Tinggi," tandasnya pada wartawan usai mengikuti pemaparan program-program penyelesaian perkara tindak pidana korupsi dalam rangka mendukung program 100 hari pertama kabinet Indonesia bersatu di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (9/12/2004). Yang memamarkan adalah Jaksa Agung dan Kapolri serta Kepala Bappenas."Kasus korupsi justru lebih banyak di Kejati, di Kejagung hanya beberapa," sambung Wapres.Menurut Wapres, ada 2 prioritas yang harus diambil Jaksa Agung. "Pertama, mengambil langkah-langkah kasus yang paling merugikan keuangan negara. Kedua, proses-proses yang rasa keadailan masyarakat sangat terganggu," urai Kalla.Dalam pemaparan tadi, diidentifikasi ada 100 kasus korupsi. "Namun kita tidak bicara kasus per kasus," imbuhnya. Menurut Kalla, 100 kasus itu semuanya kasus lama. "Kasus kan umumnya sudah lama. Tapi harus segera diproses," tegasnya.Apa termasuk kasus Ginandjar Kartasasmita? "Tidak, tidak ke situ."Saat ditanya kasus apa yang dipaparkan tadi, Jaksa Agung enggan menjawabnya. "Semuanya," katanya. Di antaraya apa saja? "Saya tidak ingat satu per satu," kilah pria yang akrab dipanggil Arman ini."Ini kan laporan rutin, Wapres kan koordinator Aksi 100 Hari. Jadi, ini nanti akan berjalan terus," sambung Arman sambil masuk kendaraannya.
(nrl/)











































