Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, Kamis (20/3/2014). Sinta yang lebih dulu tercebut ke dalam hendak ditolong Adon. Malangnya, Adon justru ikut terseret.
"Korban Sinta tercebur terlebih dahulu. Kemudian korban Adon mencoba menolong. Dia langsung turun ke sumur, tapi ngga kuat. Dua-duanya meninggal," kata Ketua RT setempat, Harun Al-Rasid.
Sinta awalnya hendak ke WC yang berada tepat di samping sumur sedalam 15 meter itu. Sumur tersebut tidak memiliki pembatas.
"Sumur itu sudah nggak berfungsi, cuma ditutup pakai asbes aja. Sinta terpeleset, terus kecebur. Adon nolong, tapi ikut nyebur," lanjutnya.
Warga yang tahu kejadian ini langsung bergerombol datang. Namun tidak ada warga yang berani turun karena khawatir malah menambah korban jiwa.
Hingga pukul 00.45 WIB, Petugas gabungan dari Tagana Kabupaten Bogor, TNI dan Kepolisian belum juga berhasil mengevakuasi Adon. Sedangkan Sinta sudah berhasil diangkat lebih dulu pukul 22.15 WIB. Sinta merupakan istri dari salah seorang pekerja pabrik pengolahan singkong.
Kapolsek Sukaraja, Kompol Hida Tj, mengakui sulitnya untuk mengevakuasi Adon. Pasalnya, diameter sumur terlampau kecil, sekitar 80 cm dengan kedalaman 15 meter.
"Sehingga badan korban sulit terangkat. Kebetulan tubuh korban lumayan tinggi dan tanpa pakaian. Sehingga petugas yang mencoba mengaitkan tali ke badannya jadi agak susah, karena licin," tutur Hida.
Selain itu, tingginya kadar CO2 yang ada di dalam sumur membuat proses evakuasi terhambat. Belum lagi banyaknya sampah karung dan limbah pengolahan singkong yang berada di dalam sumur.
Sekitar pukul 23.35 WIB, sebenarnya petugas sudah berhasil mengaitkan tali ke badan Adon dan berusaha mengangkatnya dari dasar sumur. Namun, baru setengah perjalanan menuju bibir sumur, tubuh Adon terlepas dari ikatan.
(mok/nvc)











































