Musda DPD II Golkar Bengkalis Diambil Alih DPD I Riau

Musda DPD II Golkar Bengkalis Diambil Alih DPD I Riau

- detikNews
Kamis, 09 Des 2004 15:57 WIB
Pekanbaru - Menyusul terjadinya ricuh dalam Musda DPD II Golkar di Bengkalis-Riau, Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Riau terpaksa mengambil alih kepengurusannya.Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau, Ramlan Zas, membenarkan hal itu kepada detikcom, Kamis (9/12/2004) saat dihubungi per telepon. Menurutnya, pasca ricuh Musda Golkar Kabupaten Bengkalis yang terjadi pada Minggu (5/12/2004) lalu, kini pihak DPD I Golkar telah membentuk kepanitiaan untuk melanjutkan agenda pemilihan calon ketua DPD II Golkar Bengkalis. "Dengan adanya ricuh yang sangat kita sesalkan itu, kini para calon ketua pun akhirnya mengundurkan diri. Karena itu sudah menjadi tugas kita untuk menjernihkan situasi dengan menurunkan tim caretaker. Kami minta semua kader Golkar dapat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim DPD I Riau," kata Ramlan Zas. Dengan terbentuknya tim tersebut, kata Ramlan, nantinya secepat mungkin akan menjaring bursa calon ketua. Selanjutnya akan diadakan pemilihan ulang dan menjamin keobjektifan selama proses pemilihan ketua DPD II Golkar Bengkalis. "Kita berharap pemilihan itu harus dilakukan sebelum terlaksananya Musyawarah Nasional Golkar pada 15 Desember 2004 mendatang di Bali," kata Ramlan yang juga Bupati Kabupaten Rokan Hulu itu.Berdasarkan catatan detikcom, Musda Golkar di Bengkalis ricuh dengan adanya perseteruan terbuka masing-masing pendukung. Dua kandidat ketua itu adalah Reza Pahlevi dan Abdul Rahman. Kedua massa baku hantam dalam ruang rapat. Massa Reza Pahlevi merasa tidak dapat menerima kekalahan calon unggulan mereka.Dalam pemilihan Abdul Rahman menggondol delapan suara dan tujuh suara untuk Reza Pahlevi. Tipisnya selisih suara itu telah mengusik kemarahan pendukung Reza yang menyatakan jalannya pemilihan berlaku curang sekaligus meminta untuk dilakukan pemilihan ulang."Demi menghindari konflik, kedua calon ketua itu kini mengundurkan diri dari bursa pencalonan,"kata Ramlan.Ramlan mengaku sangat prihatin terhadap semua keributan yang mewarnai Musda Partai Golkar di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, Riau termasuk juga Musda di Kabupaten Rokan Hilir.Menurut Ramlan, banyaknya kendala dalam penyelengaraan Musda di sejumlah kabupaten itu menyebabkan Ramlan tidak dapat menjamin dapat melangsungkan Musda tingkat I sebelum Munas berlangsung."Padahal prioritas utama kita menuntaskan Musda tingkat II sebelum melangkah Musda tingkat I. Kami mengharapkan Musda tingkat I bisa dilaksanakan sebelum Munas. Tetapi jika kondisi memaksa, kami akan memeritahukan melalui surat resmi kepada dewan pengurus pusat," kata Ramlan Zas. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads