Aksi kepedulian terhadap Iqbal di Bundaran HI dilakukan sejak pukul 19.15 WIB. Dalam aksi tersebut diikuti oleh komponen penggiat perlindungan anak, KPAI, Komnas PA, Mahasiswa Universitas Sahid dan Komunitas Artis peduli Anak salah satunya Rio Dewanto.
Salah satu peserta aksi dari KPAI menyampaikan orasinya tentang dua komitmennya untuk keselamatan anak Indonesia. Dan mengharapkan kasus yang menimpa Iqbal jangan sampai terulang kembali oleh anak yang lain.
"Disini kita mengharapkan dua komitmen, pertama kita berharap Iqbal diberi keselamatan, kedua diharapkan tidak ada Iqbal-Iqbal lainnya dan kami berharap semoga tidak ada eksploitasi anak-anak, semoga malam ini menjadi malam strategis agar kedepannya tidak anak-anak yang dieksploitasi, anak Indonesia menjadi anak bermartabat," ujar wakil ketua KPAI Budiharjo saat berorasi di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Selain berorasi di Bundaran HI, beberapa peserta aksi kepedulian terhadap Iqbal ini membagikan brosur-brosur kepada pengguna jalan bertuliskan 'Gerakan Sayang Anak'. Ada pula sebuah aksi teatrikal tentang kekerasan terhadap anak yang dimainkan oleh mahasiswa Universitas Sahid. Teatrikal tersebut memainkan sebuah peran seorang guru yang menyiksa muridnya.
Iqbal merupakan anak yang mendapatkan perlakuan penyiksaan dari salah satu mantan pacarnya ibunya Dadang Supriatna. Penyiksaan Dadang terhadap Iqbal sangat keji diantaranya memotong lidah, memotong alat kelamin, mematahkan tangan kirinya serta menyundutkan rokok ke perutnya.
(tfn/nvc)











































