"Aku ini pengagum Jokowi," ujar Cholid saat ditemui usai kegiatan kampanye di Lapangan Poral Leuwigajah Cimahi, Kamis (20/3/2014).
Ia mengaku, dirinya bukanlah simpatisan PDIP pada awalnya, namun mau tak mau ia tentu akan memilih Jokowi saat Pilpres nanti.
"Ya karena saya dukung Jokowi, ya otomatis ikut gabung (PDIP)," katanya.
Cholid mengaku, dirinya merasa mirip Jokowi sejak Jokowi menjadi gubernur. "Saya sadar sendiri aja," tutur Cholid tertawa.
Kedatanganya ke kampanye PDIP di Cimahi kali ini juga bukan karena undangan atau permintaan siapapun. Ia mengaku spontanitas saja.
"Aku tau ada kegiatan ini, ya aku ke sini aja. Aku ke sini pakai motor," katanya.
Namun saat di lokasi, ternyata Jokowi asli batal hadir. Banyak yang kecewa dengan ketidakhadiwan Jokowi itu. Namun, ia justru diajak naik ke panggung orasi meski hanya dijadikan 'hiasan' semata. Di atas panggung ia melambai-lambaikan tangan dan tersenyum khas Jokowi.
"Ya enggak apa-apa enggak dateng kan saya gantinya," seloroh Cholid bercanda.
Dari gesture dan caranya berbicara, Chalid yang merupakan warga Sindanglaya ini terlihat mengikuti gaya Jokowi. Ia mengaku hal itu dilakukan untuk menjiwai saja.
"Saya ini enggak dibayar. Saya ini ikhlas saja. Supaya bisa mendukung Jokowi jadi presiden. Saya ngomongnya begini supaya bisa menjiwai karakternya Jokowi," tuturnya.
Cholid pun banyak dimintai foto bareng oleh simpatisan. Yah, Jokowi tak hadir, yang palsu pun lumayanlah.
(tya/try)











































