4 Kasus Polisi yang Menembak Atasannya Sendiri

4 Kasus Polisi yang Menembak Atasannya Sendiri

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 17:37 WIB
4 Kasus Polisi yang Menembak Atasannya Sendiri
Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus penembakan AKBP Pamudji yang diduga dilakukan bawahannya, Brigadir Susanto. Ini merupakan kasus keempat yang terjadi belakangan ini. Berikut data lengkapnya:

Briptu Ivhak Kiranda Tembak Kombes Purwadi

Penembakan ini terjadi pada Sabtu (6/4/2013). Saat itu Briptu Ivhak Kiranda menembak Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Purwadi. Ivhak tidak puas atas jawaban yang diberikan korban saat dirinya mempertanyakan galian proyek rumah sakit persis di depan rumahnya.

"Kemungkinan pelaku tidak mendapat jawaban memuaskan dari korban saat menanyakan proyek galian di depan rumahnya, sebelum melakukan aksi penembakan, pelaku sempat keluar lalu masuk lagi. Detailnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi kepada detikcom.

Penembakan itu terjadi di ruang Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Makassar. Rumah dinas pelaku berada di areal kompleks asrama polisi (aspol), persis di belakang rumah sakit. Lokasi kejadian perkara sendiri saat ini masih diberi garis polisi.

Endi menyebutkan, pelaku yang bertugas di bagian Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) di jajaran Polda Sulselbar ini menembak Purwadi dengan menggunakan pistol jenis Revolver. Tiga peluru bersarang di leher dan paha perwira dokter polisi ini.

Briptu Ivhak Kiranda Tembak Kombes Purwadi

Penembakan ini terjadi pada Sabtu (6/4/2013). Saat itu Briptu Ivhak Kiranda menembak Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Purwadi. Ivhak tidak puas atas jawaban yang diberikan korban saat dirinya mempertanyakan galian proyek rumah sakit persis di depan rumahnya.

"Kemungkinan pelaku tidak mendapat jawaban memuaskan dari korban saat menanyakan proyek galian di depan rumahnya, sebelum melakukan aksi penembakan, pelaku sempat keluar lalu masuk lagi. Detailnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi kepada detikcom.

Penembakan itu terjadi di ruang Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Makassar. Rumah dinas pelaku berada di areal kompleks asrama polisi (aspol), persis di belakang rumah sakit. Lokasi kejadian perkara sendiri saat ini masih diberi garis polisi.

Endi menyebutkan, pelaku yang bertugas di bagian Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) di jajaran Polda Sulselbar ini menembak Purwadi dengan menggunakan pistol jenis Revolver. Tiga peluru bersarang di leher dan paha perwira dokter polisi ini.

Iptu Sugeng Tembak AKP Gani Lalu Bunuh Diri

Peristiwa penembakan ini terjadi pada April 2005 lalu di Polres Jombang, Jatim. Tiba-tiba saja Iptu Sugeng merebut pistol AKP Ibrahim Gani ketika mereka tengah berada di Ruang Samapta Polres Jombang, Jl KH Wahid Hasyim. Ketika itu hari masih pagi. Saat itu semua anggota Polres baru selesai mengikuti apel pagi yang rutin dilakukan.

Tembakan Sugeng mengenai Gani di bagian dada tembus di ketiak. Dengan sisa tenaganya, Gani terhuyung-huyung keluar ruangan. Rekan-rekan yang tahu kondisinya yang berdarah-darah di bagian dada tentu saja kaget alang-kepalang. Gani terus memegangi dadanya.

Kemudian terdengar suara tembakan lagi dari dalam ruang Samapta. Dor! Dor! Anggota Polres langsung berebutan masuk ke ruang Samapta. Mereka kian kaget saja. Di lantai tergeletak Iptu Sugeng berlumuran darah segar. Dia bunuh diri dengan menembakkan timah panas di pelipisnya. Nyawa Sugeng melayang. Peristiwa penembakan ini diduga akibat Iptu Sugeng stres.

Iptu Sugeng Tembak AKP Gani Lalu Bunuh Diri

Peristiwa penembakan ini terjadi pada April 2005 lalu di Polres Jombang, Jatim. Tiba-tiba saja Iptu Sugeng merebut pistol AKP Ibrahim Gani ketika mereka tengah berada di Ruang Samapta Polres Jombang, Jl KH Wahid Hasyim. Ketika itu hari masih pagi. Saat itu semua anggota Polres baru selesai mengikuti apel pagi yang rutin dilakukan.

Tembakan Sugeng mengenai Gani di bagian dada tembus di ketiak. Dengan sisa tenaganya, Gani terhuyung-huyung keluar ruangan. Rekan-rekan yang tahu kondisinya yang berdarah-darah di bagian dada tentu saja kaget alang-kepalang. Gani terus memegangi dadanya.

Kemudian terdengar suara tembakan lagi dari dalam ruang Samapta. Dor! Dor! Anggota Polres langsung berebutan masuk ke ruang Samapta. Mereka kian kaget saja. Di lantai tergeletak Iptu Sugeng berlumuran darah segar. Dia bunuh diri dengan menembakkan timah panas di pelipisnya. Nyawa Sugeng melayang. Peristiwa penembakan ini diduga akibat Iptu Sugeng stres.

Briptu Hance Christian Tembak AKBP Lilik Purwanto

Penembakan ini terjadi pada Kamis (22/3/2007) lalu. Saat itu Briptu Hance Christian menembak
Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto.

Saat itu Hance sempat menyadera dua polwan yakni Ajun Inspektur Dua Titik dan Ajun Komisaris Indrianingrum. Dua polwan ini dibawa ke ruang Wakil Kepala Kepolisian Semarang yang ada diΒ  Markas Polwil Semarang.

Briptu Hance Christian Tembak AKBP Lilik Purwanto

Penembakan ini terjadi pada Kamis (22/3/2007) lalu. Saat itu Briptu Hance Christian menembak
Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto.

Saat itu Hance sempat menyadera dua polwan yakni Ajun Inspektur Dua Titik dan Ajun Komisaris Indrianingrum. Dua polwan ini dibawa ke ruang Wakil Kepala Kepolisian Semarang yang ada diΒ  Markas Polwil Semarang.

Brigadir Susanto Menembak AKBP Pamudji

Foto: AKBP Pamudji
Penembakan ini terjadi pada Selasa (18/3/2014) di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Sebelum penembakan sempat tejadi perbincangan antara AKBP Pamudji dan Brigadir Susanto berbincang di ruang Yanma. Keduanya sempat terlibat percekcokan di ruangan itu.

Kemudian terdengar letusan senjata. Para petugas piket datang, mereka melihat Pamudji sudah tergeletak dengan luka di kepala. Di sebelahnya ada pistol terdapat Revolver. Petugas provost segera mengamankan Susanto dan Revolver yang diduga menewaskan Pamudji. Tak lama, Pamudji dibawa ke Bid Dokkes Polda Metro Jaya. Namun nyawa Pamudji tak dapat ditolong dia dinyatakan meninggal.

Brigadir Susanto Menembak AKBP Pamudji

Foto: AKBP Pamudji
Penembakan ini terjadi pada Selasa (18/3/2014) di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Sebelum penembakan sempat tejadi perbincangan antara AKBP Pamudji dan Brigadir Susanto berbincang di ruang Yanma. Keduanya sempat terlibat percekcokan di ruangan itu.

Kemudian terdengar letusan senjata. Para petugas piket datang, mereka melihat Pamudji sudah tergeletak dengan luka di kepala. Di sebelahnya ada pistol terdapat Revolver. Petugas provost segera mengamankan Susanto dan Revolver yang diduga menewaskan Pamudji. Tak lama, Pamudji dibawa ke Bid Dokkes Polda Metro Jaya. Namun nyawa Pamudji tak dapat ditolong dia dinyatakan meninggal.
Halaman 2 dari 10
(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads