“Posisi saya jelas dukung Pak Prabowo, sebab saya kan Gerindra. Itu jelas,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Meski mendukung Prabowo, Ahok tak mau ikut-ikutan menyerang Jokowi. Dia masih menaruh hormat dan mencoba bersikap objektif terhadap bosnya di Pemprov DKI itu.
“Kalau dibilang Pak Jokowi tidak kerja dan hanya saya yang kerja, itu tidak betul. Hingga hari ini kami saling menaruh kepercayaan. Prinsip pak Jokowi kalau wakil mau ngerjakan 80 persen ya tidak apa-apa, asal beres,” katanya.
Dia menambahkan, selama ini Jokowi tetap memberikan pengawasan dan meminta Ahok memberikan laporan setiap hari. Ahok memang terkesan lebi banyak bekerja dari balik meja, sementara Jokowi lebih banyak blusukan. Tetapi pembagian kerja ini sudah disepakati sejak awal masa kepemimpinan mereka pada 2012 silam.
Ahok berujar ia memang berfungsi juga sebagai Sekda. “Sekda kita belum punya, kan baru setahun, baru melihat kepala dinas mana yang punya semangat Jakarta Baru. Jadi kalau sampai hari ini saya bisa melakukan banyak hal, ini juga karena arahan dan kepercayaan dari Pak Jokowi,” tambahnya.
(trq/van)











































