"Kalau tidak ada yang jaga, ya jangan ikut kampanye. Anak jangan dikorbankan, bukan seperti itu caranya. Itu pelanggaran hak anak dan penuh kemungkinan bahaya," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).
Kak Seto pernah mengusulkan agar parpol menyiapkan acara berbeda yang bebas dari atribut politik untuk anak-anak. Dengan begitu, anak-anak pun bisa tetap terhibur.
"Parpol bikin acara, misalnya dongeng yang bebas dari hingar bingar politik. Nah saat itu, bapak ibunya bisa ikut kampanye," ujar Kak Seto.
Mengajak anak ke kampanye parpol, selain bisa berbahaya bagi anak karena potensi keramaian atau ricuh, bisa juga memberikan pengaruh buruk. Anak jadi melihat politik sebagai suatu hal yang buruk.
"Jadi kontraproduktif. Mereka melihat politik kotor, saling menghujat, saling berantem," ucap Kak Seto.
Oleh sebab itu, Kak Seto memberikan anjuran tegas pada masyarakat. "Jangan pernah pilih parpol yang membiarkan pelanggaran hak anak," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie beralasan bahwa keterlibatan anak saat kampanye adalah karena tak ada pembantu yang menjaga.
"Masalah anak, di dalam masyarakat Indonesia banyak sekali masyarakat yang tak punya pembantu, pada saat dia mau pergi dia selalu bawa anaknya," kata Aburizal Bakrie di Hotel Aston, Medan, Kamis (20/3).
(rmd/rmd)










































