"Itu bentuk ketidakpedulian antar warga. Itu pembiaran, prinsipnya 'loe-loe, gue-gue.' Sudah tidak ada kerukunan tetangga," ujar Kak Seto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).
Menurut Kak Seto, semua lembaga termasuk Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kemenag, hingga BKKBN seharusnya turun hingga ke satuan masyarakat paling rendah. Pencegahan harus diutamakan agar kasus serupa tak terulang lagi.
"Pemkot juga harus turun tangan. Ada yang namanya P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Itu ada di tiap kota," ujarnya.
Aisyah dan ayahnya, Nawawi, yang terkulai lemas di becak barang terpaksa tinggal di pinggiran toko di Kota Medan. Ini dikarenakan Nawawi kehabisan uang untuk mengobati penyakit komplikasi yang dideritanya, dan tidak mampu membayar kontrakan rumah.
(try/try)











































