Cerita Perkawinan Putri Sekretaris MA, Dari Helikopter Hingga Tambal Jalan

Cerita Perkawinan Putri Sekretaris MA, Dari Helikopter Hingga Tambal Jalan

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 14:12 WIB
Cerita Perkawinan Putri Sekretaris MA, Dari Helikopter Hingga Tambal Jalan
Sudah sepekan, tenda pernikahan belum selesai dibongkar
Jakarta - Coba saja tanya setiap warga di Desa Sukamanah, Megamendung, Bogor soal pernikahan putri Sekjen MA Nurhadi. Mereka pasti tahu dan akan bercerita panjang lebar.

Mulai dari Gang Pasir Muncang di pinggir Jalan Gadog, Puncak sampai ke lokasi acara sejauh lebih dari 2 Km warga tahu soal pesta itu. Pesta yang digelar pada Kamis dan Jumat pekan lalu itu memang tergolong wah. Apalagi banyak pejabat dari Jakarta datang. Tentu saja warga banyak yang tahu soal acara itu.

"Sampai repot kita narik angkot. Kena macet," kata sopir angkot Pasir Muncang-Ciawi, Dede saat ditemui, Kamis (20/3/2014).

Puncak acara digelar pada Jumat (14/3). Banyak tamu dengan mobil datang ke lokasi. Jalan desa yang biasanya landai-landai saja menjadi padat. "Hari itu istirahat dulu narik pagi, ramai banget," jelas Dede.

Bagi Dede acara seperti itu baru pertama kali ada di desanya. Hikmah yang bisa dipetik, Nurhadi selaku empunya acara menambal jalan rusak menuju ke lokasi acara.

"Lumayan juga jadi mulus," imbuhnya.

Dede memang tak masuk ke lokasi acara. Dia tentu tak kenal Nurhadi. Demikian juga Asep, warga penjual bensin eceran yang tak jauh dari lokasi acara.

"Cuma malam sebelum acara, saya kan ronda, sempat masuk juga ke dalam. Itu ada tenda besar pakai kaca, ada bunga-bunga banyak. Ada AC sampai genset juga," jelas Asep.

Jalan di dekat dia berdagang juga sempat menjadi lokasi parkir acara. "Yang parkir mobil kaya Alphard, Camry," imbuh dia.

Tak hanya soal pesta saja yang diingat warga. Kedatangan helikopter yang mendarat di tanah lapang di desa itu sempat diperbincangkan warga.

"Ya ada heli, itu di lapang di dekat SD. Tapi nggak tahu siapa yang naik heli," jelas Kaur Kesejahteraan Desa Sukamanah, Ishak Syafi'i.

Penduduk tak menyoal soal pesta itu, mereka justru penasaran dan ada kekaguman akan hajatan yang digelar.

"Namanya pejabat mah wajar kali gitu ya. Yang datang juga pejabat-pejabat, banyak karangan bunga di pinggir jalan," tambah Ishak yang ikut diturunkan membantu pengamanan jalan.

Pesta di Megamendung sudah usai. Tak tahu berapa dana yang dikeluarkan. Pastinya untuk pengamanan saja bukan hanya puluhan petugas desa, polisi, dan tentara ikut dilibatkan. Kini yang masih bisa dilihat sisa tenda yang masih dibongkar puluhan pekerja di atas lahan Nurhadi di Megamendung.

(ndr/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads