Kabinet Jepang Setujui Perpanjangan Misi Pasukan di Irak
Kamis, 09 Des 2004 14:50 WIB
Jakarta - Kabinet Jepang hari ini menyetujui rencana untuk memperpanjang penempatan pasukan Jepang di Irak hingga setahun mendatang. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Jepang Shoichi Nakagawa.Sebagian besar rakyat negeri Sakura menentang pengiriman pasukan ke Irak. Namun Perdana Menteri (PM) Jepang Junichiro Koizumi berdalih bahwa pengerahan pasukan dibutuhkan untuk membantu menstabilkan Irak dan memerangi terorisme. Pasukan negeri Matahari Terbit itu dikirimkan hanya untuk misi non-tempur.Kabinet setuju untuk memperpanjang misi kemanusiaan tersebut setelah sebelumnya, partai koalisi berkuasa Jepang menyatakan persetujuannya dan menandatangi keputusan tersebut. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Kamis (9/12/2004).Tokyo menempatkan sekitar 550 prajurit di Irak selatan untuk pembangunan kembali infrastruktur dan membantu proyek penyediaan air bersih. Koizumi mengirimkan pasukan ke Irak pada Januari lalu. Dengan mandat baru ini, pasukan Jepang akan berada di Irak hingga 14 Desember 2005. Namun untuk meredam kritikan, pemerintah secara khusus menyatakan bahwa pasukan bisa ditarik sewaktu-waktu dari Irak jika kondisi keamanan memburuk.
(ita/)











































