Humas RSI Weleri Kendal Farid Hermawan mengatakan korban bernama Arikah tersebut tewas akibat benturan keras di bagian kepala. Arikah meninggal hari Rabu (19/3/2014) malam kemarin setelah menjalani perawatan.
"Meninggal pukul 22.00 WIB tadi malam. Penyebabnya benturan keras di kepala. Tadi sudah dimakamkan," kata Farid saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (20/3/2014).
Korban meninggal akibat kecelakaan tersebut menjadi dua orang setelah sebelumnya seorang wanita bernama Ramisih (60) warga Dukuh Tempel, Bumiayu, Weleri tewas. Sementara itu hingga saat ini masih ada delapan korban yang di rawat di RSI Weleri Kendal.
"Masih ada delapan orang, enam anak-anak dan dua dewasa," tandas Farid.
Dari delapan korban yang masih dirawat, ada tiga orang yang mengalami luka berat yaitu Kafrah (60), Nurul (5), dan Sarmi (55). Kafrah harus kehilangan kaki kirinya dari lutut ke bawah karena harus diamputasi.
"Kakinya itu memang sudah nyaris putus. Kaki kanan juga robek, lengan kiri patah," ujarnya.
Sementara itu Nurul mengalami patah tulang di bagian pinggul dan luka dalam berupa robekan. Sedangkan Sarmi mengalami patah tulang di lengan kiri. Hingga saat ini para -korban masih dirawat intensif.
Mbil odong-odong yang dikemudikan Nurul Fahmi (37) tertabrak KA Kaligung sekitar pukul 14.20 WIB, Rabu kemarin. Menurut saksi mata, saat kejadian palang perlintasan tertutup dan ada KA barang yang melintas, kemudian ada pengguna jalan yang mengangkat pintu perlintasan sesaat setelah KA barang tersebut berlalu.
Mobil odong-odong yang ditumpangi belasan orang itu mengikuti orang yang membuka pintu perlintasan tadi. Ketika odong-odong masih berada di rel, dari arah Barat KA Kaligung datang dan tabrakan pun tak terhindarkan.
Odong-odong tersebut terseret sejauh 200 meter hingga akhirnya terpelanting ke pinggir rel. Kondisi odong-odong rusak parah dan korban-korban segera dilarikan ke rumah sakit.
Humas PT KAI Daop IV, Eko Budiyanto mengatakan kemungkinan masyarakat belum terbiasa dengan aktifasi double track. Oleh sebab itu masyarakat diharapkan bersabar jika pintu perlintasan memang belum dibuka.
"Kami mengimbau, mungkin masyarakat belum terbiasa karena double track sudah diaktifkan. Masyarakat lebih baik bersabar," kata Eko.
"KAI ikut prihatin dengan kejadian ini, kami ikut berduka ke keluarga korban yang ditinggalkan, dan yang terluka semoga cepat sembuh," imbuhnya.
(alg/try)











































