Korban Politik Timtim Ribut-ribut dengan Komisi I DPR
Kamis, 09 Des 2004 14:39 WIB
Jakarta - Sejumlah orang dari Komite Nasional Korban Politik Timor Timur yang mengklaim memiliki aset di Timor Leste ribut-ribut dengan anggota Komisi I DPR.Ceritanya, sekitar 10 orang komite menghampiri anggota dewan Slamet Effendy Yusuf yang sedang break dari rapat Komisi I dengan Menlu Hassan Wirajudha di luar ruang Komisi I Gedung DPR/MPR Jakarta sekitar pukul 13.15 WIB, Kamis (9/12/2004).Mereka menuntut bertemu anggota dewan dan menuduh anggota dewan pembohong, karena mereka sudah menulis surat berkali-kali dan dijanjikan bertemu, tapi tak kunjung terpenuhi.Mereka bicara dengan nada tinggi dan emosional. Slamet hanya mangut-mangut mendengarnya. Tiba-tiba Menlu keluar dari toilet. Sasaran pun berubah. Mereka membuntuti Menlu sambil mengacung-acungkan buntalan berkas yang disebut sebagai bukti kepemilikan aset mereka di Timor Leste.Dicecar sedemikian rupa, Menlu hanya diam dan terus berjalan masuk ke ruang komisi. Menlu hanya didampingi anggota dewan Yorris Raweyai, sedangkan ajudan dan pengamanan dalam (pamdal) gedung tampak tidak tanggap.Para anggota komite ngotot ikut masuk ruang komisi. Namun Yorris dengan sigap menghalang-halangi mereka. Keributan pun terjadi. Para anggota komite mendorong-dorong tubuh Yorris, namun tak kunjung berhasil. Maklum, meski Yorris hanya seorang diri, ternyata sulit untuk mengalahkan pria kekar betubuh tegap itu.Sembiring dari komite pun berteriak kesal. "Kita sudah 5 tahun sengsara. Kita korban aset-aset Rp 10 triliun di Timor Leste, tapi tidak pernah ada kompensasi dari pemerintah. Kita tidak pernah dilibatkan dan dihargai," serunya.Meski sambil menahan dorongan 10 orang, Yorris berusaha tetap kalem. "DPR bukan eksekutor. Semua aspirasi kita sampaikan," kata sang single fighter ini mencoba menenangkan.Tapi bukannya jadi tenang, para anggota komite itu malah membalas dengan ejekan. "Ah DPR mah bohong, katanya wakil rakyat," tuding Sembiring yang langsung diiyakan rekan-rekannya. Dorongan terhadap Yorris pun semakin kuat.Mendengar itu, Yorris terpancing emosinya. "Jangan sembarangan bicara. Ayo Pamdal, suruh mereka keluar, atau saya yang bertindak," teriaknya sambil terus menahan dorongan anggota komite untuk masuk.Para anggota Pamdal akhirnya menggiring mereka keluar. Putus asa karena tak berhasil melumpuhkan Yorris dan menerobos masuk, mereka pun pasrah digiring keluar. "Sombong sekali kamu mengusir kami. Ini kan rumah rakyat," seru Sembiring yang merupakan pensiunan TNI itu sambil melangkah keluar.Ribut-ribut itu sudah pasti jadi tontonan. Sekitar 20 WNI yang dideportasi dari Timor Leste yang semula duduk di balkon ruang Komisi I DPR ikut menonton. Sejumlah anggota dewan mengira mereka sama, padahal beda tujuan. Rapat komisi memang sedang membahas soal deportasi tersebut.
(sss/)











































