"Pada Minggu (16/3) sesudah melakukan rontgen, Iqbal ditemukan kejang-kejang. Saya tidak tahu itu karena apa, tapi saya dan istri memutuskan untuk memindahkan Iqbal ke ruang ICU," ujar Hilman, paman Iqbal saat dihubungi, Kamis (20/3/2014).
Hari ini Hilman sempat menjenguk Iqbal. Namun dia tak dapat memasuki ruang ICU tempat Iqbal dirawat.
"Tadi pagi sebelum berangkat kerja saya sempat menjenguk Iqbal. Namun saya tidak diperbolehkan masuk ke dalam karena sedang diperiksa oleh dokter," jelasnya.
Menurut Hilman, hingga hari ini kondisi Iqbal masih terlihat sangat lemah. Telihat infus dan alat penunjang hidup masih dipasang di tubuh kecil Iqbal.
"Menurut dokter belum ada yang boleh masuk ke ruangan tempat Iqbal dirawat karena takut nanti tertular kuman dari udara dan pengunjung yang membesuk," jelas Hilman.
"Kasihan saya melihatnya. Keponakan saya masih sekecil itu sudah disiksa secara tidak berperikemanusian," tuturnya prihatin.
Menurut dokter yang menangani Iqbal, kondisi bocah itu semakin menurun. Iqbal juga diketahui menderita peradangan pada otaknya.
Direktur Utama RSUD Koja Togi Asman Sinaga menambahkan, radang otak yang dialami Iqbal juga diakibatkan oleh adanya kekurangan oksigen di otak.
"Dari hasil radiologi ada kekurangan oksigen di otak Iqbal, dan hal itu membuat aliran darah yang menuju ke otak menjadi terhambat," jelas Togi (18/3).
(rni/mad)










































