7 Teori Hilangnya MH370, Dari Kebakaran Hingga Aksi Bunuh Diri Pilot

7 Teori Hilangnya MH370, Dari Kebakaran Hingga Aksi Bunuh Diri Pilot

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 13:15 WIB
7 Teori Hilangnya MH370, Dari Kebakaran Hingga Aksi Bunuh Diri Pilot
Ilustrasi
Jakarta - Berbagai teori bermunculan terkait pesawat Malaysia Airline (MAS) MH370 yang hilang misterius sejak Sabtu (8/3/2014). Pejabat anonim hingga mantan pilot memberikan pendapatnya. Berikut 7 teori tentang hilangnya pesawat berisi 239 orang itu mulai dari kebakaran di kokpit, terbang ke Maladewa hingga aksi bunuh diri si pilot.


Ilustrasi

1. Ruang di Kokpit Kebakaran, Pilot dan Kopilot Meninggal

(Foto: Reuters)
Seorang pilot veteran di Kanada, Chris Goodfellow, seperti dilansir News.com.au, Rabu (19/3/2014) punya keyakinan lain akan apa yang terjadi pada pesawat MH370. Bahkan sejumlah pihak menyebut teori ini sebagai yang paling masuk akal.

Menurut pilot Kanada itu, pesawat MAS mungkin menjadi korban kebakaran, bukan pembajakan. Dikatakannya, gerakan pesawat yang tiba-tiba membelok ke kiri merupakan bukti kunci.

"Kami para pilot lama dilatih untuk tahu bandara apa yang paling dekat selagi mengudara," tulis Goodfellow dalam postingannya di Google+. "Ketika saya melihat belok kiri tersebut, insting saya mengatakan dia mengarah ke sebuah bandara," imbuhnya.

Dijelaskan pilot kawakan itu, tak lama setelah lepas landas, asap mulai memenuhi kokpit pesawat MH370. Asap ini bisa berasal dari kebakaran pada roda pendaratan depan yang muncul saat lepas landas. Sang pilot pun segera melakukan persis yang telah dipelajarinya dalam pelatihan: menemukan bandara terdekat dan berputar ke arahnya sehingga pesawat bisa didaratkan.

Menurut Goodfellow, bandara terdekat saat itu adalah di Pulau Langkawi, Malaysia. Sang pilot pun memprogram destinasi dalam komputer penerbangan. Program auto-pilot kemudian membuat pesawat putar balik ke arah barat untuk mengarah langsung ke Pulau Langkawi

Sementara itu, pilot dan kopilot mencoba menemukan sumber asap dan api, namun kemudian asap semakin banyak memenuhi kokpit, bahkan mungkin api pun kian membesar. Situasi ini bisa mematikan sistem pesawat satu per satu, termasuk transponder. Pilot dan kopilot pun pingsan atau bahkan meninggal.

Karena tak ada yang menginstruksikan auto-pilot untuk mendarat, pesawat pun terus terbang berdasarkan arah yang diprogram terakhir: di atas Pulau Langkawi dan terus ke Samudera Hindia. Sampai akhirnya, 6 atau 7 jam setelahnya, pesawat pun kehabisan bahan bakar dan jatuh.

"Kita akan menemukannya di sepanjang rute ini, mencarinya di tempat lain adalah sia-sia," ujar Goodfellow dengan yakin.

1. Ruang di Kokpit Kebakaran, Pilot dan Kopilot Meninggal

(Foto: Reuters)
Seorang pilot veteran di Kanada, Chris Goodfellow, seperti dilansir News.com.au, Rabu (19/3/2014) punya keyakinan lain akan apa yang terjadi pada pesawat MH370. Bahkan sejumlah pihak menyebut teori ini sebagai yang paling masuk akal.

Menurut pilot Kanada itu, pesawat MAS mungkin menjadi korban kebakaran, bukan pembajakan. Dikatakannya, gerakan pesawat yang tiba-tiba membelok ke kiri merupakan bukti kunci.

"Kami para pilot lama dilatih untuk tahu bandara apa yang paling dekat selagi mengudara," tulis Goodfellow dalam postingannya di Google+. "Ketika saya melihat belok kiri tersebut, insting saya mengatakan dia mengarah ke sebuah bandara," imbuhnya.

Dijelaskan pilot kawakan itu, tak lama setelah lepas landas, asap mulai memenuhi kokpit pesawat MH370. Asap ini bisa berasal dari kebakaran pada roda pendaratan depan yang muncul saat lepas landas. Sang pilot pun segera melakukan persis yang telah dipelajarinya dalam pelatihan: menemukan bandara terdekat dan berputar ke arahnya sehingga pesawat bisa didaratkan.

Menurut Goodfellow, bandara terdekat saat itu adalah di Pulau Langkawi, Malaysia. Sang pilot pun memprogram destinasi dalam komputer penerbangan. Program auto-pilot kemudian membuat pesawat putar balik ke arah barat untuk mengarah langsung ke Pulau Langkawi

Sementara itu, pilot dan kopilot mencoba menemukan sumber asap dan api, namun kemudian asap semakin banyak memenuhi kokpit, bahkan mungkin api pun kian membesar. Situasi ini bisa mematikan sistem pesawat satu per satu, termasuk transponder. Pilot dan kopilot pun pingsan atau bahkan meninggal.

Karena tak ada yang menginstruksikan auto-pilot untuk mendarat, pesawat pun terus terbang berdasarkan arah yang diprogram terakhir: di atas Pulau Langkawi dan terus ke Samudera Hindia. Sampai akhirnya, 6 atau 7 jam setelahnya, pesawat pun kehabisan bahan bakar dan jatuh.

"Kita akan menemukannya di sepanjang rute ini, mencarinya di tempat lain adalah sia-sia," ujar Goodfellow dengan yakin.

2. Pilot Bunuh Diri

Foto: Zaharie Ahmad Shah/Facebook
Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengakui bahwa sinyal pesawat dimatikan sebelum sang pilot mengucapkan "All right, good night" sesaat sebelum pesawat dinyatakan hilang Sabtu (7/3/2014) lalu.

Hishammuddin mengatakan, pilot tidak menjelaskan alasan matinya sinyal pesawat sebelum komunikasi terakhir ke Air Traffic Control (ATC) itu. Hal ini memperkuat teori yang menyebutkan salah satu pilot sengaja mengalihkan rute penerbangan pesawat.

"Ya, itu (sinyal) sengaja dimatikan sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Hussein seperti yang dilansir New York Times, Senin (17/3/2014).

Temuan ini memperkuat dugaan alat pengirim sinyal pesawat atau transponder sengaja dimatikan oleh seseorang di dalam Boeing 777-200ER itu. Transponder itu menyiarkan sinyal radio dan satelit untuk mengirimkan data melalui ACARS.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) adalah pancaran gelombang yang mengirim informasi kepada maskapai. ACARS bisa mengirim berbagai tipe pesan ke ATC, termasuk kondisi bahan bakar dan status mesin.

Kepolisian Malaysia juga tengah menyelidiki kemungkinan pilot melakukan aksi bunuh diri terkait hilangnya pesawat MAS.
Adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah yang menerbangkan MH370 dikenal sebagai pecandu penerbangan. Hidupnya nyaris untuk pekerjaan dan telah berpengalaman sebagai pilot selama 30 tahun. Namun belum diketahui kondisi psikologisnya saat menerbangkan pesawat naas tersebut.

"Ada banyak teori yang telah diutarakan, banyak pakar di seluruh dunia menyumbangkan keahlian dan pengetahuan mereka mengenai apa yang terjadi," kata Kepala Aviasi Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, Senin (10/3) lalu.

2. Pilot Bunuh Diri

Foto: Zaharie Ahmad Shah/Facebook
Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengakui bahwa sinyal pesawat dimatikan sebelum sang pilot mengucapkan "All right, good night" sesaat sebelum pesawat dinyatakan hilang Sabtu (7/3/2014) lalu.

Hishammuddin mengatakan, pilot tidak menjelaskan alasan matinya sinyal pesawat sebelum komunikasi terakhir ke Air Traffic Control (ATC) itu. Hal ini memperkuat teori yang menyebutkan salah satu pilot sengaja mengalihkan rute penerbangan pesawat.

"Ya, itu (sinyal) sengaja dimatikan sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Hussein seperti yang dilansir New York Times, Senin (17/3/2014).

Temuan ini memperkuat dugaan alat pengirim sinyal pesawat atau transponder sengaja dimatikan oleh seseorang di dalam Boeing 777-200ER itu. Transponder itu menyiarkan sinyal radio dan satelit untuk mengirimkan data melalui ACARS.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) adalah pancaran gelombang yang mengirim informasi kepada maskapai. ACARS bisa mengirim berbagai tipe pesan ke ATC, termasuk kondisi bahan bakar dan status mesin.

Kepolisian Malaysia juga tengah menyelidiki kemungkinan pilot melakukan aksi bunuh diri terkait hilangnya pesawat MAS.
Adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah yang menerbangkan MH370 dikenal sebagai pecandu penerbangan. Hidupnya nyaris untuk pekerjaan dan telah berpengalaman sebagai pilot selama 30 tahun. Namun belum diketahui kondisi psikologisnya saat menerbangkan pesawat naas tersebut.

"Ada banyak teori yang telah diutarakan, banyak pakar di seluruh dunia menyumbangkan keahlian dan pengetahuan mereka mengenai apa yang terjadi," kata Kepala Aviasi Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, Senin (10/3) lalu.

3. Pesawat Kehabisan Bahan Bakar di Tengah Samudera

Foto: AFP
Para penyelidik Amerika Serikat memiliki dugaan bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kehabisan bahan bakar di atas perairan Samudera Hindia. Akibatnya, pesawat pun jatuh setelah terbang ratusan mil melenceng dari rute.

Dugaan ini didasarkan pada analisa getaran elektronik dari pesawat yang hilang pada Sabtu, 8 Maret lalu. Data eletkronik tersebut didapat dari getaran-getaran yang dikirimkan pesawat MAS ke satelit-satelit. Hasil interpretasi data tersebut menghasilkan dua analisa yang berbeda karena sifatnya yang ambigu.

Namun data elektronik tersebut memberikan petunjuk kuat mengenai nasib pesawat MH370. Dengan data itu, para penyelidik kini semakin yakin bahwa pesawat nahas itu dengan sengaja dialihkan dari rute seharusnya Kuala Lumpur-Beijing.

3. Pesawat Kehabisan Bahan Bakar di Tengah Samudera

Foto: AFP
Para penyelidik Amerika Serikat memiliki dugaan bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kehabisan bahan bakar di atas perairan Samudera Hindia. Akibatnya, pesawat pun jatuh setelah terbang ratusan mil melenceng dari rute.

Dugaan ini didasarkan pada analisa getaran elektronik dari pesawat yang hilang pada Sabtu, 8 Maret lalu. Data eletkronik tersebut didapat dari getaran-getaran yang dikirimkan pesawat MAS ke satelit-satelit. Hasil interpretasi data tersebut menghasilkan dua analisa yang berbeda karena sifatnya yang ambigu.

Namun data elektronik tersebut memberikan petunjuk kuat mengenai nasib pesawat MH370. Dengan data itu, para penyelidik kini semakin yakin bahwa pesawat nahas itu dengan sengaja dialihkan dari rute seharusnya Kuala Lumpur-Beijing.

4. Terbang 'Sembunyi' di Balik Bayangan Pesawat Lain

Foto:Ilustrasi
Teori ini menyebutkan pesawat ini sengaja terbang bersembunyi di balik 'bayangan' pesawat Boeing 777 lainnya demi menghindari terdeteksi radar militer. Analisa teori yang disampaikan Keith Ledgerwood, yang mengaku seorang penggemar penerbangan dan senang menerbangkan pesawat sebagai hobi ini, menyebar luas di media sosial. Ledgerwood menuangkan analisisnya pada akun Tumblr miliknya, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Rabu (19/3/2014).

Dalam analisanya, Ledgerwood meyakini bahwa sangat tidak mungkin MAS MH370 yang merupakan jenis Boeing 777-200ER tersebut, bisa lolos ke wilayah udara India dan Pakistan tanpa terdeteksi sedikit pun. Ledgerwood kemudian mencoba mereka-reka rute penerbangan yang mungkin dilalui MAS MH370 pada peta penerbangan.

Ledgerwood menambahkan, yang dimaksud dengan terbang di balik bayangan pesawat lain ini, bukan berarti MAS MH370 selalu berada di belakang pesawat lain tersebut. Namun bisa jadi pesawat menaikkan dan menurunkan ketinggian untuk menghindari terdeteksi radar militer.

Selanjutnya, muncul pertanyaan mengapa pesawat Singapore Airlines tidak mendeteksi keberadaan MAS MH370 yang terus mengikutinya. Ledgerwood menjelaskan bahwa besar kemungkinan MAS MH370 menjadi tidak terlihat oleh pesawat lain jika transpondernya telah dimatikan.

"Setelah memeriksa seluruh detail, pendapat saya adalah MH370 menyelinap dari Teluk Benggala dengan menggunakan SQ68 sebagai penutup yang sempurna. Pesawat itu masuk ke jangkauan radar di balik bayangan pesawat Boeing 777 lainnya, pesawat itu tetap ada di sana sepanjang jangkauan dan kemudian keluar dari bayang-bayang SQ68 lalu kemungkinan besar mendarat di salah satu dari sejumlah lokasi landasan di utara India dan Afghanistan," terang Ledgerwood yang juga seorang pekerja IT di Cincinnati, Amerika Serikat ini.

4. Terbang 'Sembunyi' di Balik Bayangan Pesawat Lain

Foto:Ilustrasi
Teori ini menyebutkan pesawat ini sengaja terbang bersembunyi di balik 'bayangan' pesawat Boeing 777 lainnya demi menghindari terdeteksi radar militer. Analisa teori yang disampaikan Keith Ledgerwood, yang mengaku seorang penggemar penerbangan dan senang menerbangkan pesawat sebagai hobi ini, menyebar luas di media sosial. Ledgerwood menuangkan analisisnya pada akun Tumblr miliknya, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Rabu (19/3/2014).

Dalam analisanya, Ledgerwood meyakini bahwa sangat tidak mungkin MAS MH370 yang merupakan jenis Boeing 777-200ER tersebut, bisa lolos ke wilayah udara India dan Pakistan tanpa terdeteksi sedikit pun. Ledgerwood kemudian mencoba mereka-reka rute penerbangan yang mungkin dilalui MAS MH370 pada peta penerbangan.

Ledgerwood menambahkan, yang dimaksud dengan terbang di balik bayangan pesawat lain ini, bukan berarti MAS MH370 selalu berada di belakang pesawat lain tersebut. Namun bisa jadi pesawat menaikkan dan menurunkan ketinggian untuk menghindari terdeteksi radar militer.

Selanjutnya, muncul pertanyaan mengapa pesawat Singapore Airlines tidak mendeteksi keberadaan MAS MH370 yang terus mengikutinya. Ledgerwood menjelaskan bahwa besar kemungkinan MAS MH370 menjadi tidak terlihat oleh pesawat lain jika transpondernya telah dimatikan.

"Setelah memeriksa seluruh detail, pendapat saya adalah MH370 menyelinap dari Teluk Benggala dengan menggunakan SQ68 sebagai penutup yang sempurna. Pesawat itu masuk ke jangkauan radar di balik bayangan pesawat Boeing 777 lainnya, pesawat itu tetap ada di sana sepanjang jangkauan dan kemudian keluar dari bayang-bayang SQ68 lalu kemungkinan besar mendarat di salah satu dari sejumlah lokasi landasan di utara India dan Afghanistan," terang Ledgerwood yang juga seorang pekerja IT di Cincinnati, Amerika Serikat ini.

5. Pesawat Meledak Tiba-Tiba

Foto: Wikipedia
Mantan pilot pertama jet tempur F-16 era akhir tahun 1980-an dan juga pengamat penerbangan, Marsekal Madya (purn) Basri Sidehabi memiliki analisa pesawat MAS tersebut meledak secara tiba-tiba.

"Secara teori penerbangan internasional, rata-rata kecelakaan pesawat 85 persen pilot error, 10 persen kesalahan teknis, dan 5 persen faktor lain seperti cuaca. Ini bukan kesalahan pilot, karena sebelum jatuh, pilot masih punya waktu untuk melakukan call emergency dengan sandi 'Mayday' sebanyak tiga kali yang akan dibaca seluruh frekuensi penerbangan. Persoalannya sekarang, tidak ada 'Call Mayday'," ujar Basri saat ditemui detikcom usai peluncuran buku "Dari Kursi Pesawat Tempur ke Kursi Senayan" di RM Paotere Topaz, jalan Topaz, Makassar, Kamis (13/3/2014).

Basri melihat tidak ada persoalan teknis di pesawat MAS. "Jadi kesimpulan saya pesawatnya meledak tiba-tiba," tambah mantan mantan Irjen Mabes TNI ini.

Basri yang juga lulusan sekolah instruktur pilot di Australia (1982) dan instruktur pilot F-16 di Amerika Serikat (1989) tidak mengetahui secara pasti penyebab ledakan hingga pesawat yang mengangkut 239 penumpang ini hilang.

"Tidak bisa dipastikan penyebab ledakan sumbernya dari mana. Kalau dari mesin, pasti indikatornya diketahui pilot lebih dulu karena di pesawat ada pendeteksi di bagian sayap dan mesin, tapi di bagian bagasi pesawat memang tidak ada indikatornya," ujar Basri yang kini menjadi anggota DPR di Komisi I ini.

"Ledakannya bisa dari situ (bagasi), tapi saya yakin bukan karena adanya aksi teror atau karena faktor cuaca. Karena cuaca bagus saat dilaporkan hilang. Jalur penerbangan juga aman," tutupnya.

5. Pesawat Meledak Tiba-Tiba

Foto: Wikipedia
Mantan pilot pertama jet tempur F-16 era akhir tahun 1980-an dan juga pengamat penerbangan, Marsekal Madya (purn) Basri Sidehabi memiliki analisa pesawat MAS tersebut meledak secara tiba-tiba.

"Secara teori penerbangan internasional, rata-rata kecelakaan pesawat 85 persen pilot error, 10 persen kesalahan teknis, dan 5 persen faktor lain seperti cuaca. Ini bukan kesalahan pilot, karena sebelum jatuh, pilot masih punya waktu untuk melakukan call emergency dengan sandi 'Mayday' sebanyak tiga kali yang akan dibaca seluruh frekuensi penerbangan. Persoalannya sekarang, tidak ada 'Call Mayday'," ujar Basri saat ditemui detikcom usai peluncuran buku "Dari Kursi Pesawat Tempur ke Kursi Senayan" di RM Paotere Topaz, jalan Topaz, Makassar, Kamis (13/3/2014).

Basri melihat tidak ada persoalan teknis di pesawat MAS. "Jadi kesimpulan saya pesawatnya meledak tiba-tiba," tambah mantan mantan Irjen Mabes TNI ini.

Basri yang juga lulusan sekolah instruktur pilot di Australia (1982) dan instruktur pilot F-16 di Amerika Serikat (1989) tidak mengetahui secara pasti penyebab ledakan hingga pesawat yang mengangkut 239 penumpang ini hilang.

"Tidak bisa dipastikan penyebab ledakan sumbernya dari mana. Kalau dari mesin, pasti indikatornya diketahui pilot lebih dulu karena di pesawat ada pendeteksi di bagian sayap dan mesin, tapi di bagian bagasi pesawat memang tidak ada indikatornya," ujar Basri yang kini menjadi anggota DPR di Komisi I ini.

"Ledakannya bisa dari situ (bagasi), tapi saya yakin bukan karena adanya aksi teror atau karena faktor cuaca. Karena cuaca bagus saat dilaporkan hilang. Jalur penerbangan juga aman," tutupnya.

6. Pesawat Berada di Maladewa

Foto: Ilustrasi
Seorang penulis fiksi ilmiah Jim Harwood mengegerkan penduduk Maladewa. Dia menulis di blog terkait dugaan pesawat MAS MH370 yang hilang bisa saja berada di Maladewa.

Tak lama setelah tulisan itu, penyidik Malaysia menemukan bahwa simulator pesawat yang disita dari rumah pilot MH370 menunjukkan pilot pernah mempelajari lima bandara di Asia Selatan dan Amerika, salah satunya adalah bandara di Maladewa.

Dugaan semakin kuat setelah media Maladewa, Haveeru Online, Rabu (19/3/2014), memberitakan warga yang tinggal di pulau terpencil mengaku melihat pesawat besar terbang sangat rendah di hari hilangnya MH370, 8 Maret 2014 lalu.

Sejumlah warga pulau Kudahuvadhoo di Maladewa bagian selatan, mengklaim melihat pesawat asing terbang sangat rendah. Salah satu warga yang tinggal di pulau terpencil itu bahkan bisa melihat pintu pesawat dari daratan. Menurut sejumlah saksi mata, pesawat tersebut terus bergerak ke arah selatan, ujung Maladewa.

Namun hal tersebut telah dibantah. Otoritas Maladewa menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak muncul pada radar militer setempat.

"Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sejauh ini, tidak ada satupun radar militer di negara ini yang mendeteksi jejak pesawat yang hilang tersebut," terang juru bicara Angkatan Bersenjata Nasional Maladewa (MNDF) seperti dilansir The Star, Rabu (19/3/2014).

6. Pesawat Berada di Maladewa

Foto: Ilustrasi
Seorang penulis fiksi ilmiah Jim Harwood mengegerkan penduduk Maladewa. Dia menulis di blog terkait dugaan pesawat MAS MH370 yang hilang bisa saja berada di Maladewa.

Tak lama setelah tulisan itu, penyidik Malaysia menemukan bahwa simulator pesawat yang disita dari rumah pilot MH370 menunjukkan pilot pernah mempelajari lima bandara di Asia Selatan dan Amerika, salah satunya adalah bandara di Maladewa.

Dugaan semakin kuat setelah media Maladewa, Haveeru Online, Rabu (19/3/2014), memberitakan warga yang tinggal di pulau terpencil mengaku melihat pesawat besar terbang sangat rendah di hari hilangnya MH370, 8 Maret 2014 lalu.

Sejumlah warga pulau Kudahuvadhoo di Maladewa bagian selatan, mengklaim melihat pesawat asing terbang sangat rendah. Salah satu warga yang tinggal di pulau terpencil itu bahkan bisa melihat pintu pesawat dari daratan. Menurut sejumlah saksi mata, pesawat tersebut terus bergerak ke arah selatan, ujung Maladewa.

Namun hal tersebut telah dibantah. Otoritas Maladewa menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak muncul pada radar militer setempat.

"Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sejauh ini, tidak ada satupun radar militer di negara ini yang mendeteksi jejak pesawat yang hilang tersebut," terang juru bicara Angkatan Bersenjata Nasional Maladewa (MNDF) seperti dilansir The Star, Rabu (19/3/2014).

7. Pesawat Dibajak

Analisa teori pembajakan ini mencuat saat pejabat otoritas penerbangan sipil Malaysia memberitahu keluarga penumpang bahwa ada kemungkinan hilangnya MAS MH370 karena aksi pembajakan dan pelaku pembajakan mematikan sinyal transponder yang berfungsi memberi informasi lokasi pesawat.

Pejabat yang tidak disebut namanya itu juga menyatakan, jika memang kecurigaan pembajakan ini benar adanya, maka seharusnya pilot pesawat mengirimkan kode SOS rahasia.

Hal-hal tersebut di atas semakin menguatkan teori yang berkembang luas di publik, menurut Straits Times, bahwa sebenarnya tengah terjadi negosiasi rahasia antara pelaku pembajakan dengan otoritas setempat. Terlebih pejabat Malaysia sebelumnya juga sempat menyatakan harapannya agar semua penumpang selamat.

Semakin menambah misterius hilangnya pesawat MAS MH370, keluarga penumpang mengatakan telepon genggam keluarga mereka yang ada di dalam pesawat masih memiliki nada sambung hingga Rabu (12/3). Nomor-nomor telepon genggam penumpang tersebut telah diserahkan kepada otoritas Malaysia dengan harapan bahwa keluarga mereka berhasil mendarat di suatu tempat.

7. Pesawat Dibajak

Analisa teori pembajakan ini mencuat saat pejabat otoritas penerbangan sipil Malaysia memberitahu keluarga penumpang bahwa ada kemungkinan hilangnya MAS MH370 karena aksi pembajakan dan pelaku pembajakan mematikan sinyal transponder yang berfungsi memberi informasi lokasi pesawat.

Pejabat yang tidak disebut namanya itu juga menyatakan, jika memang kecurigaan pembajakan ini benar adanya, maka seharusnya pilot pesawat mengirimkan kode SOS rahasia.

Hal-hal tersebut di atas semakin menguatkan teori yang berkembang luas di publik, menurut Straits Times, bahwa sebenarnya tengah terjadi negosiasi rahasia antara pelaku pembajakan dengan otoritas setempat. Terlebih pejabat Malaysia sebelumnya juga sempat menyatakan harapannya agar semua penumpang selamat.

Semakin menambah misterius hilangnya pesawat MAS MH370, keluarga penumpang mengatakan telepon genggam keluarga mereka yang ada di dalam pesawat masih memiliki nada sambung hingga Rabu (12/3). Nomor-nomor telepon genggam penumpang tersebut telah diserahkan kepada otoritas Malaysia dengan harapan bahwa keluarga mereka berhasil mendarat di suatu tempat.
Halaman 2 dari 16
(slm/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads