"Orang Aceh itu sudah lama hidup dalam konflik. Jadi mereka tidak akan mendengar jika kita ngomong keras. Maka dengan cerewet ini kita mampu menyentuh batinnya sehingga sangat efektif mengurangi angka pelanggar lalu lintas," jelas Adnan kepada detikcom di sela patroli mengelilingi Banda Aceh, Rabu (19/3/2014).
Sebelum memilih cara ini, Adnan pernah berkonsultasi dengan sejumlah profesor dan psikolog dari Universitas Syiah Kuala. Ia meminta saran dari para profesor tersebut untuk melakukan sosialisasi yang akan berjalan efektif di Aceh. Dan terbukti cara meupep-pep (cerewet) yang dipilih Adnan berjalan efektif dalam mengurangi angka pelanggar lalu lintas di Banda Aceh.
Gaya khas berpatroli membuat orang mudah mengingat pesan-pesan yang disampaikan Adnan. Bahkan, tak sedikit warga Banda Aceh meniru ucapan yang sering diucapkan Adnan. Kini, banyak warga yang menyapa Adnan dengan kata-kata 'nyan' sambil tertawa. Adnan hanya tersenyum saat melihat warga memanggilnya dengan kata-kata tersebut.
Saat Adnan mengunjungi Kodam Iskandar Muda untuk menyerahkan topi yang dititipkan oleh atasannya, banyak prajurit TNI di sana tertawa begitu melihat Adnan. Sebagian mereka juga mengucapkan kata-kata 'nyan' yang sering diucapkan Adnan saat berbicara. Mereka terlihat akrab dengan sosok polisi 'meupep-pep' ini. Adnan memang dikenal mudah bergaul dengan semua usia.
Berikut salah satu gaya dan kalimat yang dipilih Adnan saat berpatroli:
"Nyan (itu) adek yang pake baju sekolah tidak memakai helm. Nanti jatuh pecah kepalanya sudah tidak cantik lagi. Kami laki-laki tidak mau kalau tidak cantik, nyan. Besok jangan lupa pakai helm ya. Nyan."
"Nyan, anak ibu di belakang sudah ngantuk. Mohon berhenti dulu buk agar anak ibu tidak jatuh, nyan."
(try/try)











































