Kampanye di Medan, Ical Paparkan Prestasi 6 Presiden RI

Kampanye di Medan, Ical Paparkan Prestasi 6 Presiden RI

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 12:49 WIB
Kampanye di Medan, Ical Paparkan Prestasi 6 Presiden RI
Ical orasi di depan massa Golkar di Medan
Jakarta - Partai Golkar melanjutkan kampanye akbarnya hari ini di Medan, Sumatera Utara. Dalam orasinya, Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie membeberkan prestasi 6 presiden yang akan dilanjutkan oleh Golkar jika menang pemilu.

"Bila Soekarno katakan nasionalisme NKRI, maka Golkar akan pertahankan NKRI harga mati. Kemudian Soeharto memerintah selama 32 tahun, Indonesia lebih maju dalam bidang ekonomi," kata ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bersemangat.

Hal itu disampaikan saat berkampanye di hadapan ribuan kader Golkar di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (20/3/2014). Hadir juru kampanye Golkar lainnya, di antaranya yaitu Idrus Marham, Luhut Panjaitan dan Leo Nababan.

"Karena itu, pembangunan (era Soeharto) kita lanjukan. Tentu pembangunan ekonomi yang kita lanjutkan," imbuh Ical.

Pasca Soeharto, presiden selanjutnya adalah BJ Habibie. Menurut Ical, Habibie yang merupakan kader Golkar berhasil menegakkan dasar-dasar demokrasi.

"Lalu Gus Dur membuat kita percaya semua bangsa sama. Beliau ajarkan semua sama, egaliter," ujarnya.

"Dilanjutkan Megawati yang berhasil menegakkan pembangunan harus dilakukan dari daerah kemudian propinsi yang disebut desentralisasi," imbuh Ical.

Terakhir adalah presiden SBY. Ical mengatakan SBY berhasil mengangkat peran Indonesia di dunia internasional. Indonesia juga dianggap satu-satunya yang berhasil menjadikan Islam, demokrasi, modernitas dapat berjalan bersama. Prestasi lain adalah upaya pemberantasan korupsi.

"Semua (prestasi) itu kita ambil untuk kemenangan Indonesia. Betul..??" tanya Ical.

"Betul..!!!" jawab ribuan kader.

"Pemilu hanya akan berarti bagi rakyat kalau rakyat yang menang, Partai Golkar akan jamin itu. Semua kenyataan sejarah yang baik akan diambil oleh Partai Golkar!" ucap Ical.

(iqb/trq)


Berita Terkait