"Jika uji materi itu dikabulkan, maka peluang itu akan lebih terbuka," kata Waketum Gerindra Fadli Zon saat dihubungi, Kamis (20/3/2014).
Jika uji materi yang diajukan Yusril Ihza Mahendra itu dikabulkan, maka presidential treshold sebesar 20 persen kursi parlemen dan 25 persen suara nasional akan dibatalkan. Gerindra menyatakan pembatalan itu akan berimbas positif mengurangi lobi politik yang tidak sehat.
"Kita tidak lagi harus melakukan politik dagang sapi untuk mengejar 20 persen. Kalau berurusan dengan sapi kan sekarang citranya jelek," ujar Fadli setengah berkelakar.
Jika PT dibatalkan, maka semua parpol bakal bisa mengajukan calon presidennya sendiri. Ini, masih kata Fadli, justru bagus untuk memberi pilihan ke masyarakat, juga bisa meregenerasi kepemimpinan supaya tak hanya muka lama saja yang terus-menerus tampil.
"Jika PT dihapuskan kami sangat setuju. Karena PT itu menghalangi hak setiap warga negara untuk dipilih. Itu PT adalah usaha oligarki partai pada era dulu," tutur Fadli.
(dnu/trq)











































