Untuk mengembalikan fungsinya, pihak UPT Taman Monas berniat menggandeng perusahaan swasta sebagai CSR. Sebab dana untuk perbaikan air mancur yang sempat menjadi hiburan andalan di Monas tersebut cukup mahal.
"Kami mau cari CSR yang mau mendanai perbaikan kolam air mancur itu. Kita akan buat kerjasama dengan mereka," kata Kepala UPT Taman Monas, Mimi Rahmiati, saat dihubungi, Kamis (20/3/2014).
Mimi belum dapat memastikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin air mancur tersebut saat ini. Dalam perhitungan pada tahun 2012 lalu, biaya perbaikan diprediksi mencapai Rp 20 miliar.
"Harganya semakin tinggi, kami belum tahu berapa," ucapnya.
Sementara terkait alih fungsi kolam air mancur oleh para PKL, pihaknya akan mengusir pelan-pelan. UPT Taman Monas akan menggunakan cara persuasif untuk menyadarkan mereka.
"Kita akan usir pelan-pelan, tentunya tidak menggunakan kekerasan," kata Mimi.
Pihaknya juga akan menyiagakan petugas keamanan khusus di sekitar lokasi. "Nanti ada petugas keamanannya. Kita lihat dulu berapa banyak yang mancing, jadi bisa dihitung berapa banyak petugas keamanannya," kata Mimi.
(kff/aan)










































