Apabila biaya yang dikeluarkan seorang politisi di atas Rp 4,6 miliar, maka menurut Peneliti LPEM UI Teguh Dartanto biaya tersebut sudah tidak wajar. Bagaimana pengakuan dari politisi?
Politisi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin mengakui kampanye memang harus menggunakan biaya yang wajar, dan tidak menyalahi peraturan tentang dana kampanye. โKalau biaya kampanye terlalu besar, jadi kurang fair. Apalagi jika biaya kampanye di atas Rp 2 miliar,โ kata Didi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/3).
Pasalnya menurut Didi ada caleg yang secara kualitas bagus namun belum tentu didukung dana kampanye berlimpah. Sebaiknya menurut dia meski seorang politisi memiliki dana berlimpah tetap menggunakan uang kampanye secara wajar.
Akan lebih penting jika dana tersebut digunakan untuk membantu warga yang benar-benar memerlukan. โJangan menggunakan uang terlalu besar hanya demi target suara pemilu saja,โ kata politisi yang kini menjadi anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat RI ini.
Saat ini Didi maju sebagai caleg DPR RI Partai Demokrat dari daerah pemilihan X Jawa Barat. Daerah pemilihannya meliputi Ciamis, Kuningan, Banjar dan Pangandaran. Didi mengaku akan menekan agar biaya kampanye dia tak lebih dari Rp 1 miliar.
Dengan Rp 1 miliar, Didi yakin cukup untuk membiayai kampanye, seperti membuat kaus, spanduk dan ongkos operasional kendaraan untuk keliling, bahkan makan-makan secara sederhana. โSejauh tidak bagi-bagi amplop ke warga, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membuat alat peraga yang terukur,โ papar Didi.
(erd/van)











































