"Kita memang akui kalau beberapa program, Jokowi yang jadi rohnya. Tapi harus kita akui juga Jokowi bisa terbang tinggi di pencapresan karena sistem manajemen kerja Pak Ahok yang bagus," kata Sanusi saat dihubungi, Kamis (20/3/2014).
"Pak Jokowi memang melakukan checking di lapangan. Tapi setelah itu? Yang bekerja di balik meja siapa? Yang melakukan pengawasan siapa? Itu bisa dikatakan Pak Ahok semua loh," lanjut anggota Komisi E ini.
Ia merasa selama ini porsi kerja Ahok lebih besar daripada Jokowi. Karena itu, saat Jokowi dicapreskan, ia berharap segera mundur agar tak menghalangi Ahok untuk memutuskan hal-hal strategis terkait pengembangan kota Jakarta.
"Makanya saya bilang, mundur saja supaya tidak menghalangi kerja pak Ahok. Jangan sampai jadi penghalang keputusan strategis karena dia sedang kampanye di luar kota," ucap Sanusi.
(bil/trq)











































