Kepada detikcom, Kamis (20/3/2014), Hatta Rajasa membeberkan visi-misi PAN dan janji-janji yang ditawarkan partai berlambang matahari biru ini menjelang Pemilu 2014.
Berikut wawancara bagian pertama detikcom dengan Ketum PAN Hatta Rajasa yang juga menjabat Menko Kesra:
1. Apa visi dan misi yang diusung partai Anda untuk Pemilu 2014?
Visi PAN untuk 2014 ke depan adalah melaksanakan agenda reformasi gelombang kedua. Misinya adalah untuk mewujudkan Politik Kesejahteraan PAN, dengan tujuan mempercepat Peningkatan dan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat.
Sebagai parpol lokomotif reformasi, PAN menilai bahwa reformasi gelombang pertama sudah memberikan manfaat besar bagi negara dan bangsa Indonesia. Reformasi gelombang pertama ini, yang antara lain dimotori oleh Bapak Reformasi Prof. M. Amien Rais, dilaksanakan terutama pada bidang-bidang yang menjadi pondasi sistem kenegaraan kita. Yaitu, bidang konstitusi dan ketatanegaraan, politik, demokrasi, pertahanan dan keamanan, hukum dan pemberantasan korupsi, serta hak asasi manusia. Melalui reformasi ini, Indonesia berkembang menjadi salah satu demokrasi terbesar di dunia.
Padahal pada tahun 1998, tidak sedikit kalangan dari dalam dan luar negeri yang menganggap Indonesia bisa menjadi negara gagal atau bahkan terdisintegrasi. Indonesia juga diakui sebagai negara dengan kebebasan pers yang tinggi, serta sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Masih banyak lagi capaian yang kita hasilkan sebagai bangsa melalui Reformasi Gelombang Pertama.
Indonesia saat ini sudah menikmati dividen dari reformasi. Dividen tersebut antara lain berupa stabilitas nasional yang kokoh di bidang politik, pertahanan, keamanan, dan sosial. Bandingkan dengan "revolusi musim semi Arab", di mana sebagian dari negara-negara arab tersebut masih bergejolak, bahkan dilanda perang saudara.
Dengan terjaminnya stabilitas nasional, negara mendapatkan dividen lain berupa Pertumbuhan. Ketika amandemen UUD 45 masih berjalan, Indonesia baru mulai menata sistem ketatanegaraan yang baru. Akibatnya, pertumbuhan relatif belum maksimal meski cukup tinggi untuk ukuran global. Selama periode 1999-2004 Indonesia mencatatkan pertumbuhan rata2 3,94% per tahun.
Keberhasilan amandemen UUD 45 dan Pemilu 2014 membuat stabilitas nasional Indonesia membaik signifikan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun naik cukup besar menjadi rata-rata 5,88% per tahun selama periode 2005-2013. Sebagai konsekuensinya, pendapatan per kapita rakyat Indonesia juga naik pesat. Dari semula hanya USD 459,2 (1998) menjadi USD 3499,9 (2013). Sebuah kenaikan hampir DELAPAN kali lipat dalam 15 tahun.
Namun demikian, dalam pandangan PAN proses pembangunan harus menghasilkan 4 output secara seimbang dan dinamis, yaitu:
1. Stabilitas
2. Pertumbuhan
3. Pemerataan, dan
4. Sustainabilitas (keberlanjutan).
Selama reformasi gelombang pertama, harus diakui bahwa pemerataan dan sustainabilitas masih relatif tertinggal. Statistik menunjukkan adanya tren pemerataan pendapatan yg memprihatinkan. Ini terlihat dari Rasio Gini yang terus meningkat, dari 0,310 (1999) menjadi 0,413 (2013). Rasio Gini adalah salah satu ukuran pemerataan, di mana semakin tinggi angkanya berarti semakin besar pula kesenjangannya.
Cita-cita PAN melalui reformasi, sebagaimana dituangkan dalam mars PAN, adalah "tegakkan keadilan bagi semua, ciptakan kehidupan yang sejahtera". Karena itu, reformasi tidak boleh menghasilkan kesenjangan yang melebar. Reformasi harus mengikis kesenjangan tersebut. Karena itu PAN mengangkat kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan sebagai prioritas utama dalam reformasi gelombang kedua selama 5-10 tahun ke depan. Apalagi, di balik statistik di atas, per tahun 2013 masih terdapat 28,07 juta penduduk miskin dan 7,39 juta penganggur. Saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini bukan hanya angka-angka. Mereka bukan hanya statistik. Mereka adalah rakyat Indonesia.
2. Tingkat kepercayaan publik terhadap parpol kian menurun. Apa yang parpol Anda tawarkan kepada pemilih Indonesia, terutama kalangan muda, agar mau menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2014?
Anak-anak muda saat ini menikmati kebebasan, kemerdekaan dan demokrasi. Mereka bebas berkreasi, bebas berekspresi, bebas berprestasi. Freedom. Itu kata-kata yang mewah di beberapa negara di dunia. Bahkan harus diperjuangkan dengan darah dan nyawa. Di Indonesia, generasi muda bebas menikmatinya sekarang. Tanpa reformasi, tidak ada kebebasan dan demokrasi. Puluhan bahkan ratusan juta rakyat yang menikmati kebebasan dan demokrasi berutang budi kepada pejuang-pejuang reformasi. Pelopornya adalah Amien Rais dan PAN. Generasi muda sekarang ini juga perlu berjuang untuk mempertahankan dan mengisi kebebasan dan demokrasi dengan ikut Pemilu. Tidak perlu lagi mempertaruhkan darah dan nyawa. Cukup datang ke TPS.
Sebagai lokomotif reformasi, PAN menawarkan harapan dan masa depan bagi generasi muda. Salah satu komponen penting reformasi gelombang kedua PAN adalah reformasi pendidikan. PAN ingin pemuda pemudi Indonesia menikmati pendidikan dengan kualitas dunia. Karena itu reformasi ini diarahkan pada perbaikan kualitas besar-besaran, dengan fokus pada Guru/Dosen, Kurikulum dan Fasilitas Pendidikan.
PAN juga mengembangkan program peningkatan keahlian dan ketrampilan bagi pemuda pemudi, sehingga lebih mudah memperoleh pekerjaan yang layak. Ini bagian dari Reformasi Ketenagakerjaan PAN.
PAN menargetkan mencetak sebanyak mungkin pemuda pemudi profesional dan atau pengusaha. Salah satu sektor prioritas pembangunan PAN adalah industri kreatif seperti musik, film, fashion, teknologi informasi dan berbagai industri kreatif lainnya. Itu semua didukung oleh kebijakan APBN PAN.
Pendek kata, APBN PAN akan sangat pro-kaum muda. Bisa dibilang PAN mempunyai APBN gaul dengan kebijakan pro-anak muda kreatif.
3. Bagaimana pandangan partai Anda terhadap harapan agar parpol banyak melahirkan tokoh muda di Pemilu dan Pilpres 2014?
PAN adalah partai yang terus menerus melakukan regenerasi dan melahirkan pemimpin muda. Ini terlihat dari komposisi caleg PAN yang didominasi caleg muda. Regenerasi kepemimpinan di PAN pun berlangsung lancar, di mana Pak Amien langsung mencontohkan regenerasi tersebut.
(van/nrl)











































