"Kita masih ada saksi, keterangan-keterangan, atau alat bukti lain, untuk akhirnya memutuskan ada tidaknya, atau bisa tidaknya anggota DPR dijadikan tersangka," ujar Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Untuk menguji hasil pendalaman itu, tim penyelidik KPK akan memaparkan hasil pengusutan kepada pimpinan dan jajaran kedeputian penindakan dalam suatu forum gelar perkara atau ekspose. Abraham meminta publik bersabar.
"Ini masih dalam pendalaman, doakan saja mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mudah-mudahan tim KPK bisa melakukan ekspose bersama pimpinan," ujar Abraham.
Jika dalam forum gelar perkara tersebut, keterangan dan alat bukti sudah dianggap cukup, maka diputuskan kasus bisa ditingkatkan ke tingkat penyidikan. Di level penyidikan ini, ditandai dengan penetapan seseorang menjadi tersangka. Namun belum ada pernyataan resmi dari KPK mengenai hal ini.
Salah satu yang ditindaklanjuti penyelidik adalah kesaksian saksi-saksi di persidangan. Salah satunya adalah pernyataan Didi Dwi Sutrisno yang menyatakan ada uang dalam amplop yang akan diberikan untuk para anggota Komisi VII DPR.
Seperti diketahui, dalam proses berjalannya kasus ini, terungkap beberapa hal baru. Salah satunya adalah adanya dugaan THR dari SKK Migas ke Komisi VII DPR yang diberikan melalui Setjen Kementerian ESDM.
Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menyatakan bahwa dia pernah memberikan uang THR kepada Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana, melalui anggota Komisi VII Tri Yulianto. Namun pernyataan ini dibantah oleh Tri dan Sutan yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan Rudi Rubiandini.
"Nggak ada urusan saya, kan saya bilang Lillahita'ala, jangan Bapak pancing-pancing saya ke sana. Bapak dosa nanti kalau begitu. Lillahita'ala. Bapak jangan bilang bilang begitu, ga urusan saya," bantah Sutan di persidangan.
Tri juga tegas menyangkal. "Insya Allah saya pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," kata Tri lantang di pengadilan. Berulang kali dicecar pertanyaan yang sama soal duit, Tri 'menantang' majelis hakim memeriksa kamera pengawas (CCTV) di toko tempat dirinya bertemu Rudi.
"Supaya bisa mengungkap ini, bisa dilihat itu di CCTV," ujarnya.
(kha/fjr)










































