Nawawi ditempatkan di Ruang 18 Flamboyan. Ruangan ini khusus untuk perawatan penyakit paru. Nawawi didiagnosa menderita penyakit tuberculosis. Pada Kamis (20/3/2014) pagi, Aisyah terlihat mendampingi ayahnya yang terbaring di tempat tidur nomor sembilan.
"Mudah-mudahan ayah bisa cepat sembuh," kata Aisyah yang duduk di samping ayahnya.
Nawawi dibawa ke rumah sakit pada Rabu (19/3) malam atas kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Eldin datang ke lokasi parkir becak mereka di depan Dhea Saloon, Jalan Sisingamangaraja. Tak lama kemudian ambulance datang, lalu Aisyah dan ayahnya dibawa ke RSU Pirngadi.
"Begitu mendapat informasi, kita langsung datang. Memang tanggung jawab kita. Maka ini ayah Aisyah akan dirawat hingga sembuh," kata Eldin kepada wartawan tadi malam.
Langkah yang diambil ini, kata Eldin, karena sudah merupakan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Kota Medan. Apalagi belakangan diketahui ternyata Nawawi memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) keluaran Medan.
"Dia beralamat di Jalan Kertas, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah," kata Eldin.
Siti Aisyah (8) dan ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan sudah tiga tahun terakhir menjadi tunawisma. Beberapa waktu belakangan keduanya tidur dibecak barang. Becak barang itu menjadi rumah mereka, dan tempat melaksanakan aktivitas sehari-hari.
(rul/try)











































