Anwar Ibrahim Tegaskan Tak Bicara Politik di RI
Kamis, 09 Des 2004 12:24 WIB
Yogyakarta - Mantan Deputi PM Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia tidak membicarakan politik domestik negara masing-masing.Anwar menyatakan hal itu menyusul pernyataan PM Malaysia Badawi agar pemerintah Indonesia tidak merespon kunjungan Anwar ke Indonesia. "Itu pendapat mereka (Badawi), namun kita tidak mau berpikir tentang pendapat dia," kata Anwar usai bertemu Gubernur DIY Sultan HB X di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (9/12/2004).Namun,menurutnya, Indonesia dan negara-negara lain itu sudah merdeka dan bebas untuk menentukan kepada siapa mereka mau bertemu, dan kepada siapa mereka tidak mau bertemu."Kita tidak membicarakan politik domestik negara masing-masing. Tetapi kita bicara soal silaturahmi untuk kepentingan kerjasama terutama masalah kebudayaan. Saya juga sudah tidak punya jabatan lagi, tetapi saya hanya mempertahankan demokrasi penegakan HAM dan menentang korupsi," urai pria yang pernah dipenjara 4 tahun ini.Anwar menjelaskan, ketika dia menjadi wakil perdana menteri era Mahathir dulu, saat bertandang ke Indonesia dia juga bertemu pemimpin-pemimpin oposisi dan pemimpin lainnya. "Saya waktu itu bilang kepada Soeharto, bahwa saya bertemu dengan M Natsir, Goenawan Mohammad, Amien Rais, AH Nasution dan anggota Petisi 50 lainnya.""Saya katakan, mereka itu bapak-bapak kita yang perlu kita hormati. Tetapi masing-masing bebas menentukan. Jadi, saya ketemu itu tidak apa-apa. Dan bila tidak ketemu, juga tidak apa-apa. Bahkan makan di hotel pun bisa, atau makan di warung juga mungkin. Naik sepeda juga boleh, atau naik mobil besar juga oke," urai Anwar.Apa imbauan Pak Badawi tidak bijakasana? "Terserah Anda menafsirkannya. Itu hak beliau mengemukakan pandangannya," demikian Anwar.
(nrl/)











































