Pro Kontra Duet Prabowo-Samad

Pro Kontra Duet Prabowo-Samad

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 08:16 WIB
Pro Kontra Duet Prabowo-Samad
Jakarta - Wacana Gerindra untuk menjadikan Ketua KPK Abraham Samad sebagai cawapres Prabowo Subianto menimbulkan pro kontra. Ada yang setuju orang nomor satu di lembaga antikorupsi itu terjun politik, tapi ada juga yang menentang.

Wacana menjadikan Abraham Samad sebagai cawapres Prabowo Subianto dilempar Waketum Gerindra Fadli Zon. Prabowo, kata Fadli, mempertimbangkan serius usulan ini.

"Bahkan beliau berpikir, jika berpasangan dengan Pak Abraham Samad, maka program menyelamatkan kebocoran 1.000 Triliun setiap tahun menjadi lebih mudah," kata Koordinator Prabowo Media Center, Budi Purnomo, kepada detikcom, Senin (17/3) lalu.

Abraham merespon keinginan Gerindra dengan memberi jawaban bersayap. Abraham serius mempertimbangkan tawaran Gerindra.

"Berikan saya waktu salat istikharah," ujar Abraham di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2014).

Respon Abraham menjadi perhatian pihak lain. Ada yang berharap Abraham tak tergoda politik, namun ada juga yang mendukung dia terjun ke politik, dengan berharap pemberantasan korupsi bisa lebih dahsyat.

Berikut pro kontra duet Prabowo-Samad:

1. Jokowi Nilai Samad Layak Dampingi Prabowo

Jokowi yang kini resmi jadi capres PDIP menilai Abraham pantas menjadi cawapres Prabowo. Gubernur DKI itu senang ada tokoh antikorupsi yang terjun ke politik.

"Sangat layak, sangat bagus," kata Gubernur DKI Jokowi di depan Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014).

Jokowi merasa tak tersaingi dengan moncernya nama Abraham Samad. "Oh ndak pernah saya merasa seperti itu. Kan sama-sama warga negara Indonesia," kata Jokowi.

Jokowi malah memandang Abraham tak hanya pantas menjadi cawapres, bahkan menjadi sosok presiden. Menurut Jokowi Indonesia butuh pemimpin yang masih muda.

"Sangat layak. Cocoknya jadi presiden malahan. Karena masih muda," katanya.

1. Jokowi Nilai Samad Layak Dampingi Prabowo

Jokowi yang kini resmi jadi capres PDIP menilai Abraham pantas menjadi cawapres Prabowo. Gubernur DKI itu senang ada tokoh antikorupsi yang terjun ke politik.

"Sangat layak, sangat bagus," kata Gubernur DKI Jokowi di depan Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014).

Jokowi merasa tak tersaingi dengan moncernya nama Abraham Samad. "Oh ndak pernah saya merasa seperti itu. Kan sama-sama warga negara Indonesia," kata Jokowi.

Jokowi malah memandang Abraham tak hanya pantas menjadi cawapres, bahkan menjadi sosok presiden. Menurut Jokowi Indonesia butuh pemimpin yang masih muda.

"Sangat layak. Cocoknya jadi presiden malahan. Karena masih muda," katanya.

2. Wakil Ketua DPR: Jangan Tergoda Politik, Abraham

Wakil Ketua DPR Sohibul Iman angkat bicara soal wacana duet Prabowo-Abraham. Tak seperti Jokowi yang senang-senang saja, Sohibul ingin Abraham bertahan di kursi Ketua KPK.

"Saya mengapresiasi jika pimpinan fokus pada penegakan hukum. Sabarlah, jangan tergoda oleh politik," kata Sohibul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Sohibul berharap Abraham fokus pada tugasnya sebagai Ketua KPK. Namun dia juga tak mempermasalahkan ketertarikan Gerindra kepada Abraham.

"Itu sah-sah saja, namun hampir semua partai akan berbicara pasangan yang utuh setelah pileg," ujar politikus PKS ini.

2. Wakil Ketua DPR: Jangan Tergoda Politik, Abraham

Wakil Ketua DPR Sohibul Iman angkat bicara soal wacana duet Prabowo-Abraham. Tak seperti Jokowi yang senang-senang saja, Sohibul ingin Abraham bertahan di kursi Ketua KPK.

"Saya mengapresiasi jika pimpinan fokus pada penegakan hukum. Sabarlah, jangan tergoda oleh politik," kata Sohibul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Sohibul berharap Abraham fokus pada tugasnya sebagai Ketua KPK. Namun dia juga tak mempermasalahkan ketertarikan Gerindra kepada Abraham.

"Itu sah-sah saja, namun hampir semua partai akan berbicara pasangan yang utuh setelah pileg," ujar politikus PKS ini.

3. Gerindra DKI: Prabowo-Samad Pasangan yang Pas

Dukungan untuk merealisasikan duet Prabowo Subianto-Abraham Samad mengalir dari internal Gerindra. Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI M Sanusi menilai Abraham cocok bersanding dengan Prabowo.

"Pak Abraham Samad oke juga. Pasangan yang pas," kata Sanusi dalam pesan singkatnya, Rabu (19/3/2014).

Ia menilai perpaduan antara Prabowo dan Samad sangat pas karena keduanya memiliki kepemimpinan yang kuat serta dapat merangkul seluruh wilayah karena mewakili Jawa-non Jawa.

"Cocok, tua dan muda, Pak Prabowo dari Jawa dan Pak Samad dari luar Jawa, yang penting sama-sama punya visi yang kuat dan strong leadership," sambungnya.

3. Gerindra DKI: Prabowo-Samad Pasangan yang Pas

Dukungan untuk merealisasikan duet Prabowo Subianto-Abraham Samad mengalir dari internal Gerindra. Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI M Sanusi menilai Abraham cocok bersanding dengan Prabowo.

"Pak Abraham Samad oke juga. Pasangan yang pas," kata Sanusi dalam pesan singkatnya, Rabu (19/3/2014).

Ia menilai perpaduan antara Prabowo dan Samad sangat pas karena keduanya memiliki kepemimpinan yang kuat serta dapat merangkul seluruh wilayah karena mewakili Jawa-non Jawa.

"Cocok, tua dan muda, Pak Prabowo dari Jawa dan Pak Samad dari luar Jawa, yang penting sama-sama punya visi yang kuat dan strong leadership," sambungnya.

4. Busyro Yakin Abraham Bertahan di KPK

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas ingin Abraham tetap di KPK. Dia masih ingin bekerja sama memberantas korupsi dengan pria asal Makassar itu.

"Saya yakin sahabat saya itu akan lebih fokus untuk menyempurnakan misi mulianya di KPK,"Β  ujar Busyro dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (19/3/2014).

Abraham diminta berhati-hati dengan dunia politik. Apalagi kebanyakan koruptor berasal dari tokoh parpol.

"Para pelaku korupsi itu justru sebagian datang dari sejumlah parpol," kata Buysro.

4. Busyro Yakin Abraham Bertahan di KPK

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas ingin Abraham tetap di KPK. Dia masih ingin bekerja sama memberantas korupsi dengan pria asal Makassar itu.

"Saya yakin sahabat saya itu akan lebih fokus untuk menyempurnakan misi mulianya di KPK,"Β  ujar Busyro dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (19/3/2014).

Abraham diminta berhati-hati dengan dunia politik. Apalagi kebanyakan koruptor berasal dari tokoh parpol.

"Para pelaku korupsi itu justru sebagian datang dari sejumlah parpol," kata Buysro.

5. Abraham Samad Harus Mundur Jika Resmi Maju di Pilpres

Jubir KPK Johab Budi SP juga bicara soal wacana duet Prabowo-Samad. Dia tak mendukung ataupun menentang, Johan menjelaskan peraturan yang terkait dengan kemungkinan ketuanya itu terjun ke politik.

"Kalau memang sudah resmi untuk nyapres atau wapres, ya kami mendukung. Namun, sesuai ketentuan, yang bersangkutan harus mundur," ujar Johan Budi kepada detikcom, Rabu (19/3/2014).

Menurut Johan sesuai dengan UU 30 Tahun 2002 Tentang KPK, disebutkan bahwa pimpinan lembaga itu harus steril dari kepentingan politik. Bahkan disebutkan secara gamblang, pimpinan tidak boleh masuk dalam pengurus partai politik.

"Termasuk juga dengan dicalonkan. Ketentuannya seperti itu. Itu berlaku bila sudah resmi untuk mencalonkan diri," ujar Johan.

5. Abraham Samad Harus Mundur Jika Resmi Maju di Pilpres

Jubir KPK Johab Budi SP juga bicara soal wacana duet Prabowo-Samad. Dia tak mendukung ataupun menentang, Johan menjelaskan peraturan yang terkait dengan kemungkinan ketuanya itu terjun ke politik.

"Kalau memang sudah resmi untuk nyapres atau wapres, ya kami mendukung. Namun, sesuai ketentuan, yang bersangkutan harus mundur," ujar Johan Budi kepada detikcom, Rabu (19/3/2014).

Menurut Johan sesuai dengan UU 30 Tahun 2002 Tentang KPK, disebutkan bahwa pimpinan lembaga itu harus steril dari kepentingan politik. Bahkan disebutkan secara gamblang, pimpinan tidak boleh masuk dalam pengurus partai politik.

"Termasuk juga dengan dicalonkan. Ketentuannya seperti itu. Itu berlaku bila sudah resmi untuk mencalonkan diri," ujar Johan.
Halaman 2 dari 12
(trq/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads