Parlemen RI Dorong 4 Resolusi pada Pertemuan IPU

Laporan dari Jenewa

Parlemen RI Dorong 4 Resolusi pada Pertemuan IPU

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2014 04:04 WIB
Parlemen RI Dorong 4 Resolusi pada Pertemuan IPU
Jenewa - Delegasi Parlemen Indonesia mendorong empat resolusi terkait peran parlemen dalam isu dunia bebas nuklir, perlindungan anak-anak migran, dan Pembangunan Ketahanan Risiko.

Delegasi Parlemen Indonesia dipimpin oleh Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI Andi Anzhar Cakra Wijaya pada 130th IPU Assembly and Related Meetings di Jenewa, Swiss (16-20 Maret 2014).

Pertemuan yang mengangkat tema The IPU at 125: Renewing Our Commitment to Peace and Democracy tersebut juga diharapkan akan menghasilkan resolusi terkait pemulihan perdamaian dan keamanan di Republik Afrika Tengah, yang merupakan emergency item yang diajukan oleh delegasi Maroko dan didukung penuh oleh delegasi RI.

Pada mata agenda terkait Pembangunan Ketahanan Risiko, Parlemen Indonesia menyuarakan berbagai langkah yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka memberikan perhatian memadai terhadap penanganan bencana alam.

Dalam hal ini termasuk mensahkan kerangka hukum dan menekankan perlunya masyarakat internasional untuk terus memberikan perhatian terhadap isu bencana alam dan terus memperhatikan kaitan antara aktivitas pembangunan dengan penanganan bencana.

Terkait isu-isu kemanusiaan, Parlemen Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, termasuk antara lain isu anak-anak migran, baik yang diakibatkan oleh situasi konflik maupun berbagai alasan migrasi lainnya.

Posisi ini disampaikan oleh delegasi Parlemen Indonesia dalam Panel Discussion on Promoting the Child's Best Interest: the Case of Migrant Children, yang merupakan acara panel diskusi utama pada Sidang IPU tahun 2014 ini.

Di samping itu partisipasi aktif delegasi juga terlihat dalam pertemuan Executive Committee IPU, di mana Dr. Nurhayati Ali Assegaf memimpin pertemuan Legislator Perempuan yang membahas berbagai kemungkinan masukan dari perspektif gender terhadap berbagai rancangan resolusi yang akan dinegosiasikan selama pertemuan.

Parlemen Indonesia juga aktif berkontribusi dalam pembahasan pada berbagai Komite Tetap dan berhasil memperjuangkan keanggotaan Indonesia dalam Komite Tetap Urusan PBB guna memastikan kontribusi Indonesia maupun meningkatkan profil Indonesia di dalam pembahasan isu-isu terkait dalam forum multilateral ini.

Selain sebagai anggota biro Komite ini, Indonesia juga menjadi anggota biro Komite Tetap mengenai Perdamaian dan Keamanan Internasional serta Komite Tetap mengenai Masalah Timur Tengah dalam forum IPU ini.

Di sela-sela pertemuan, delegasi RI sebagaimana disampaikan Sekretaris II PTRI Jenewa Nanda Avalist kepada detikcom juga melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan Parlemen Republik Islam Iran dan Hongaria serta pertemuan dengan Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Penanggulangan Risiko Bencana Margareta Wahlstrom.

Selain itu, pada saat sama juga telah diselenggarakan pertemuan Asosiasi Sekretaris Jenderal Parlemen (ASGP) yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPR RI.

Dalam pemilihan yang diselenggarakan di sela-sela pertemuan ini, Indonesia berhasil terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif ASGP untuk periode 2014-2016.

Badan yang beranggotakan 11 negara ini berperan penting dalam mengendalikan roda kegiatan ASGP, sebagai wadah yang memfasilitasi komunikasi antara pemangku jabatan Sekretaris Jenderal Parlemen dari berbagai negara di dunia.

Sementara itu dalam sidang 194th Session of the Governing Council, delegasi RI juga menyampaikan pidato berkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Keparlemenan mengenai Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang telah diselenggarakan di Bali di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri WTO (KTM WTO) IX pada Desember tahun lalu.

Sebagai tuan rumah penyelenggara konferensi tersebut, DPR RI menyatakan turut bangga atas keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan KTM WTO IX dengan menghasilkan kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri kebuntuan dalam negosiasi Putaran Doha.

Diharapkan parlemen-parlemen dunia dapat terus memainkan peran dalam memastikan implementasi efektif komitmen yang dicapai oleh pemerintah masing-masing, termasuk Paket Bali.

Anggota DPR RI yang hadir dalam Pertemuan ini adalah Andi Anzhar Cakra Wijaya, Nurhayati Ali Assegaf, A. Edwin Kawilarang, Herlini Amran, Nazarudin Kiemas, Achsanul Qosasi, Arief Budimanta, Iskan Qolba Lubis, dan Dodi Reza Alex Noerdin. Pertemuan juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah yang terdiri dari Parlindungan Purba, Istibsyaroh, Muslihuddin Abdurrasyid, dan Ella M. Giri Komala.


(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads