Istri Muda Eks Walikota Banda Aceh Tewas, Eks Danramil Ditahan
Kamis, 09 Des 2004 11:25 WIB
Banda Aceh - Tewasnya istri muda Zulkarnain, Walikota Banda Aceh periode 1998-2003, bernama Cut Suryanti (28) cukup menggemparkan. Dua anggota TNI dinyatakan terlibat dalam pembunuhan itu dan ditahan. Kedua anggota TNI itu adalah Letnan dua (kav) Irwan, mantan Danramil Balohan, Sabang dan Sertu Pardamean Samosir. Keterlibatan dua anggota TNI ini dibenarkan oleh Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya kepada wartawan di ruang Yudha, Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (9/12/2004). Menurut pangdam, Keduanya kini ditahan di Pomdam Iskandar Muda dan sudah menyandang status tersangka. βIni kejadian yang sangat memalukan, di tengah-tengah kita melakukan usaha untuk memperbaiki citra TNI. Saya sangat sesalkan. Atas kejadian ini, saya minta maaf pada keluarga korban,β ujar pangdam. Kejadian yang baru terungkap setelah ditemukannya mayat Cut Suryanti dalam keadaan mengenaskan pada 5 Desember lalu ini, dikatakan pangdam, berawal dari hal pribadi antara tersangka dengan korban. βSaya baru sekarang memberi keterangan, karena baru pulang melakukan perjalanan dengan KSAD keliling Aceh. Jadi tidak ada yang kita tutup-tutupi dan agar berita-berita tidak simpang siur. Siapa pun tidak ada yang kebal hukum dan hal ini akan kita proses secepatnya,β tegasnya.Isteri kedua Zulkarnain, mantan Walikota Banda Aceh periode 1998-2003, Cut Suryanti (28), ditemukan tewas di kawasan Km 20,5 Ujong Kareueng, Desa Duru Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (5/12/2004). Sebelumnya, korban dilaporkan hilang dari rumah sejak Kamis malam lalu.Kejadian yang merenggut nyawa pemilik salah satu salon di Banda Aceh itu, disebutkan Pangdam, berawal dari mobil jenis Honda CRV tahun 2003. Mobil bekas yang diimpor dari Singapura dan masuk ke Sabang ini pada mulanya dibeli oleh Cut Suryanti dan Zulkarnain. Tapi kemudian, BPKP mobil dengan nopol BL 112 M itu disita Kejari Banda Aceh terkait kasus korupsi dana Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PER) tahun 2002 senilai Rp 3,5 miliar yang dilakukan Zulkarnain semasa dirinya masih menjabat walikota Banda Aceh. Dalam perkembangannya, mobil tersebut dijual oleh Yanti kepada Letda (Kav) Irwan. Yanti menawarkan Rp 150 juta, namun Irwan hanya mau membeli Rp 100 juta. Dan tampaknya pembelian mobil ini berbuntut masalah. Akhirnya, Yanti pun dibunuh. Jenazah Yanti ditemukan oleh warga pada Minggu (5/12/2004), pukul 12.30 WIB di kawasan Ujong Kareueng Aceh Besar. Saat itu, warga melihat ada tangan manusia yang menyembul dari dalam pasir. Kecurigaan semakin menjadi setelah tercium bau tak sedap. Setelah memastikan bahwa ada mayat, warga kemudian melapor ke polisi setempat.Setelah diidentifikasi, mayat tersebut ternyata adalah Yanti, yang sebelumnya dikabarkan hilang. Di tubuh Yanti, tidak ditemukan luka tembak atau luka bekas tusukan.
(asy/)











































