Lokasi pertama rekonstruksi berada di kolong jembatan penyeberangan halte TransJakarta Pademangan, Jakarta Utara. Dadang yang datang sekitar pukul 15.00 WIB, dikawal penyidik Polres Jakarta Utara.
Dia menggunakan baju warna kuning dengan kedua tangan terborgol. Sedangkan Iqbal korban penyiksaan digantikan dengan boneka berbaju jersey Barcelona.
Pada awal rekonstruksi, Dadang memperagakan penyiksaan Iqbal dengan menendang selangkangan, kelamin dan menyundut perut dengan paku yang sudah dipanaskan. Setelah itu, Dadang menampar balita tersebut
Saat memperagakan aksi sadisnya, Dadang tampak tenang. Pengguna jalan di lokasi rekonstruksi menyemut memperhatikan adegan per adegan tindakan Dadang.
Selanjutnya, rekonstruksi dilakukan di Halte Mangga Dua sekitar pukul 16.30 WIB. Dibantu 3 penyidik, Dadang memperagakan caranya memotong lidah, alat kelami dan menyundut perut Iqbal menggunakan rokok sebanyak 5 kali.
Saat melakukan adegan penyiksaan, dengan perlahan Dadang menunjuk bagian lidah korban dan memotongnya. Kemudian saat memotong kelamin korban, Dadang melepaskan celana korban hingga lutut.
Usai memotong alat kelamin, Dadang kembali memakaikan celana Iqbal. Dan melanjutkan aksi penyiksaan tersebut dengan menyundut perut Iqbal menggunakan rokok sebanyak 5 kali.
Selesai melakukan rekontruksi di lokasi kedua dan adegan penyiksaan ke 7, Dadang langsung dibawa masuk penyidik ke dalam mobil Avanza berwarna silver. Dan duduk di bagian belakang mobil tersebut.
Di dalam rekontruksi tersebut hanya di 2 lokasi dan 7 adegan penyiksaan. Dalam pengakuan Dadang ia masih melakukan 2 penyiksaan di 2 lokasi yaitu di kamar mandi Harco Mangga Dua Square dengan memotong tangan Iqbal dan di Museum Fatahillah dengan membenturkan kepala Iqbal di kursi panjang sekitar Museum.
(tfn/fdn)











































