Humas PT KAI Daop IV, Eko Budiyanto mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian dan mengambil keterangan sejumlah saksi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu pintu perlintasan sudah ditutup dan KA barang melintas dari arah Semarang menuju Tegal.
"Saat itu pintu perlintasan masih ditutup, namun ada pengguna jalan yang membuka pintu perlintasan (diangkat)," kata Eko saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/3/2014).
Odong-odong itupun mengikuti pengguna jalan yang membuka pintu perlintasan tersebut. Kendaraan berbadan panjang itu menerobos pintu perlintasan, dan ternyata dari arah Barat, datang KA Kaligung yang dimasinisi oleh Takuntono.
"Odong-odong dari arah utara. Mungkin dikira tidak ada kereta lagi yang melintas, padahal double track sudah diaktifkan dan pintu perlintasan sebenarnya belum dibuka," tandasnya.
Tabrakan pun tidak terhindarkan. Odong-odong tersebut terseret sejauh 200 meter hingga akhirnya terpelanting ke pinggir rel. Satu tiang sinyal KA roboh karena tersenggol odong-odong yang terseret.
"Saya tadi ke sana, odong-odongnya rusak parah, remuk. Untuk KA-nya juga penyok," pungkasnya.
Satu orang penumpang, yaitu nenek yang belum diketahui identitasnya tewas. Sedangkan 10 penumpang lain yang kebanyakan anak-anak terluka dan dibawa ke RSI Weleri.
"Kami mengimbau, mungkin masyarakat belum terbiasa karena double track sudah diaktifkan. Masyarakat lebih baik bersabar," tegasnya.
(alg/try)










































