"(Prabowo) Bukan nomor dua, tapi jauh di bawah, enak aja," kata Sabam dengan santai di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Selama ini, Prabowo sering menempel di nomor dua setelah Jokowi dalam survei-survei pencapresan. Namun Sabam menilai elektabilitas dan popularitas Prabowo masih jauh di bawah Jokowi.
"Dia kan jauh di bawah. Suatu ketika Jokowi 43 persen, si Prabowo cuma 13-14 persen," ujar Sabam.
Namun demikian, Sabam enggan mengomentari soal duet Prabowo-Samad. Setengah becanda, dia akan mengkrosceknya lebih dulu.
"Saya belum baca. Saya belum bisa mengomentari. Nanti saya telpon dia (Samad) apa benar dia mau jadi cawapres Prabowo," ujarnya.
(dnu/trq)











































