Pantauan di lokasi pukul 15.00 WIB beberapa polisi terlihat keluar masuk ruangan. Tidak ada garis polisi yang melintang di sana.
Satu unit mobil tim Idonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) terparkir di halaman Yanma. Wartawan dilarang untuk mendekat ke lokasi.
Penembakan terjadi pada Selasa (18/3) pukul 21.30 WIB. Susanto dimarahi Pamudji karena saat piket dia memakai pakaian preman. Sempat terjadi cekcok antara Pamudji dan Susanto, hingga kemudian terdengar letusan senjata api.
Susanto sempat keluar ruangan dan berteriak Pamudji bunuh diri. Dia mengklaim Pamudji telah lebih dulu meminta pistol miliknya, hingga kemudian terjadi suara tembakan. Pamudji meninggal dunia dengan luka tembak di kepala.
Polisi masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
(slm/mad)










































