"Jadi inikan untuk sementara baru menyita aset-aset yang kita kategorikan aset-aset yang bergerak. Nanti kemudian langkah selanjutnya memvalidasi, verifikasi, aset-aset yang tidak bergerak," kata Ketua KPK, Abraham Samad, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2014).
Harta-harta tak bergerak yang sudah dibidik KPK antara lain rumah, tanah, perusahaan dan beberapa aset lain. Semua aset tak bergerak itu sudah berada dalam daftar tunggu untuk disita.
"Selama ini kan baru mobil, habis itu kita melakukan penyitaan secepatnya ke yang tidak bergerak, seperti tanah, rumah, bahkan perusahaan-perusahaan. Kita melihat aset TCW ini masih banyak, jadi masih terus melakukan penyitaan," jelas Abraham.
Sementara itu terkait beberapa nama yang digunakan Wawan untuk menggelapkan asetnya, KPK juga akan turut menelusuri. Padahal, beberapa aset Wawan diatasnamakan istrinya, Airin Rachmi Diany.
"Sesuatu yang diatasnamakan penyelenggara negara itu yang akan didalami, termasuk Airin. Karena itu tentu mempunyai dampak hukum yang berbeda maka akan ditelusuri yang pada akhirnya KPK mengambil satu kesimpulan apakah orang-orang ini akan dijadikan tersangka atau tidak," papar dia.
(kha/aan)










































