"Jadi saat Menhan Malaysia menelepon ada kemungkinan dua arah berbeda. Pertama koridor barat dan selatan dan itu masuk Indonesia. Kami punya radar militer di sana, biasanya radar militer lebih kuat dibanding radar komersial," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro.
Purnomo mengatakan itu usai acara Jakarta International Defence Dialogue 2014 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
"Di pagi hari itu kami tidak menerima deteksi radar manapun atau detection any strange plane, tidak ada," tegas Purnomo.
Purnomo mendapat telepon dari Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein pada Selasa (18/3/2014) kemarin.
Menurut Purnomo, bila MAS terdeteksi di perbatasan Thailand atau di utara Malaysia maka sudah dipastikan jauh dari pantauan radar Indonesia.
"Jadi sangat yakin kita tidak menerima deteksi (pesawat asing)," ucap Purnomo.
Sebelumnya Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto juga sudah menegaskan bahwa radar TNI tidak mendeteksi pesawat asing saat pesawat MAS MH370 dinyalakan.
"Kami sudah mengecek radar yang beroperasi, tidak ditemukan data-data pesawat MH370 di wilayah Indonesia. Radar kami tidak menangkap," kata Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/3/2014).
Hadi juga menegaskan, Indonesia tak mungkin menyembunyikan data radar. Indonesia dan Malaysia memiliki perjanjian kerjasama. Jadi, bila ada data radar soal MH370 pasti diberikan dan tak mungkin ditutupi.
"Perlu kita sampaikan, kita ada kerjasama terkoordinasi. Kita saling menukar data, kalau ada MH370 kita pasti sudah koordinasi. Data radar kami tidak menemukan MH370 melintas," tegasnya.
(nik/nwk)











































