Pengikat Kepulauan, KM Sabuk Nusantara 37 Hari Ini Mulai Beroperasi

Pengikat Kepulauan, KM Sabuk Nusantara 37 Hari Ini Mulai Beroperasi

- detikNews
Rabu, 19 Mar 2014 11:55 WIB
Pengikat Kepulauan, KM Sabuk Nusantara 37 Hari Ini Mulai Beroperasi
(Foto: Ayunda Safitri)
Padang - Dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat serta mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah di pulau-pulau terpencil, peranan angkutan laut perintis dirasa sangat perlu.

Oleh karena itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono hari ini meresmikan satu unit kapal tipe 1200 GT bernama KM. Sabuk Nusantara 37 di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.

Bambang menyebutkan saat ini Indonesia telah memiliki 36 kapal perintis yang telah beroperasi. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara terus-menerus berusaha meningkatkan pelayanan angkutan laut perintis.

"Salah satunya dengan membangun KM Sabuk Nusantara 37 ini," ucap Bambang dalam sambutannya, Rabu (19/3/2014).

Kapal ini nantinya akan melayani daerah atau wilayah yang belum terlayani angkutan perairan lain karena belum memberikan manfaat komersial. Kapal yang didominasi warna putih dan cokelat ini memiliki panjang keseluruhan 62,80 meter dengan lebar mencapai 12,00 meter.

Peresmian ini disambut baik oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan sejumlah perwakilan Dinas Perhubungan setempat.

Pembangunan KM Sabuk Nusantara 37 ini sepenuhnya menggunakan anggaran APBN 2012-2013. Diungkapkan Bambang, nama 'Sabuk' dipilih karena memiliki makna sebagai sarana pengikat seluruh lautan dan kepulauan yang tersebar di Nusantara.

"Adapun total anggaran 2014 untuk Keperintisan Laut senilai Rp 537 miliar. Jumlah trayek 84 rute/trayek. Rute-rutenya melalui 34 pelabuhan pangkal dan 503 pelabuhan singgah," jelasnya. "KM Sabuk Nusantara 37 ini melintas dari Teluk Bayur menuju Panasahan."

Dia menambahkan bahwa kapal ini bukan sembarang kapal. Dengan kecepatan berlayar hingga 12 knots, KM Sabuk Nusantara 37 dapat dengan kokoh mengangkut 400 orang penumpang serta 50 ton barang.

(erd/brn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini